Indikasi dan Dosis Kolkisin
Indikasi penggunaan kolkisin atau colchicine adalah untuk mengatasi serangan gout akut dan sebagai profilaksis gout. Dosis kolkisin maksimal adalah 1,2 mg/hari untuk profilaksis, dan 6 mg/hari pada serangan akut gout. Overdosis dapat menyebabkan intoksikasi.[1,16]
Gout Akut
Dosis kolkisin untuk tata laksana gout akut adalah dosis awal 1 mg diikuti dengan 0,5 mg 1 jam kemudian. Regimen ini dapat diikuti 12 jam setelahnya dengan dosis kontinyu 0,5 mg sebanyak 1-3 kali sehari hingga serangan akut berhenti. Dosis maksimal adalah 6 mg/hari.
Penyesuaian dosis harus dilakukan pada pasien geriatri, gangguan ginjal, dan gangguan hepar. Dosis maksimum pada populasi ini adalah 3 mg/ hari.[1,8,16-19]
Profilaksis Gout
Sebagai profilaksis gout, dapat diberikan 0,5 mg per oral 1-2 kali sehari. Dosis maksimum adalah 1,2 mg/hari. Pemberian obat profilaksis gout biasanya dilakukan selama 3-6 bulan.[1,8,16-19]
Familial Mediterranean Fever
Untuk familial Mediterranean fever kolkisin dapat diberikan sebanyak 1,2‒2,4 mg/hari per oral, diberikan dalam 1-2 dosis terbagi. Apabila diperlukan peningkatan dosis, diberikan peningkatan 0,3 mg per hari, dan diawasi apakah pasien dapat mentoleransi peningkatan dosis tersebut. Apabila timbul efek samping yang tidak dapat ditoleransi, maka dosis diturunkan. Dosis maksimum adalah 2,4 mg per hari.[16]
Dosis anak berbeda sesuai usia:
- Usia 4‒6 tahun diberikan 0,3‒1,8 mg/hari per oral
- Usia 6‒12 tahun diberikan dosis 0,9‒1,8 mg/hari per oral
- Usia ≥12 tahun diberikan 1,2‒2,4 mg/hari per oral.[1]
Perikarditis (Off Label)
Kolkisin merupakan terapi adjuvan yang diberikan bersama terapi antiinflamasi standar untuk mengurangi gejala dan menurunkan risiko kekambuhan pada perikarditis. Beberapa ahli merekomendasikan dosis 0,5–1,2 mg per hari, diberikan dalam 1-2 dosis terbagi, selama 3 bulan.
Pedoman Eropa secara lebih spesifik menganjurkan 0,5 mg sekali sehari pada pasien dengan berat badan <70 kg dan 0,5 mg dua kali sehari pada pasien dengan berat badan ≥70 kg, dilanjutkan selama 3 bulan. Penghentian bertahap (tapering) tidak wajib dilakukan, tetapi bila diinginkan, dosis dapat diturunkan pada minggu-minggu terakhir menjadi 0,5 mg selang sehari untuk pasien <70 kg atau 0,5 mg sekali sehari untuk pasien ≥70 kg.[1]
Perikarditis Rekuren (Off Label)
Pada pasien dengan perikarditis rekuren, kolkisin diberikan dalam durasi yang lebih panjang untuk mencegah kekambuhan berikutnya. Beberapa ahli merekomendasikan dosis 0,5–1,2 mg/hari dalam 1-2 dosis terbagi selama minimal 6 bulan.
Pedoman Eropa merekomendasikan 0,5 mg 2 kali sehari, atau 0,5 mg sekali sehari pada pasien dengan berat badan <70 kg atau yang tidak toleran terhadap dosis yang lebih tinggi. Terapi dilanjutkan selama sedikitnya 6 bulan. Seperti pada perikarditis akut, tapering tidak diperlukan, tetapi bila dipilih dapat dilakukan dengan menurunkan dosis menjadi 0,5 mg selang sehari pada pasien <70 kg atau 0,5 mg sekali sehari pada pasien ≥70 kg pada beberapa minggu terakhir terapi.[1]
Sindrom Pascaperikardiotomi (Off Label)
Untuk pencegahan atau penatalaksanaan sindrom inflamasi yang terjadi setelah tindakan bedah jantung, pedoman Eropa merekomendasikan kolkisin tanpa dosis awal (loading dose). Dosis yang digunakan adalah 0,5 mg sekali sehari pada pasien dengan berat badan ≤70 kg atau 0,5 mg 2 kali sehari pada pasien dengan berat badan >70 kg, yang diberikan selama 1 bulan.[1]
Calcium Pyrophosphate Deposition Disease/CPPD (Off Label)
Pada serangan akut artritis kristal kalsium pirofosfat, atau sering disebut pseudogout, pedoman Eropa merekomendasikan kolkisin 0,5 mg hingga 3–4 kali sehari, dengan atau tanpa dosis awal 1 mg.
Untuk profilaksis pada pasien dengan serangan akut yang sering dan berulang, kolkisin diberikan dalam dosis yang lebih rendah, yaitu 0,5–1 mg per hari secara kontinu untuk menurunkan frekuensi kekambuhan.[1]
Stomatitis Aftosa Rekuren (Off Label)
Pada kondisi stomatitis aftosa rekuren, beberapa ahli merekomendasikan pemberian kolkisin dengan pendekatan titrasi bertahap (stepwise dosing), dimulai dari 0,5 mg/hari dan ditingkatkan secara bertahap sesuai respons klinis dan tolerabilitas pasien hingga dosis maksimal sekitar 1,8 mg/hari.
Tujuan titrasi adalah memperoleh kontrol gejala yang optimal dengan risiko efek samping yang minimal, terutama efek gastrointestinal yang merupakan efek samping paling umum dari kolkisin.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha