Formulasi Nimodipine
Formulasi dari nimodipine adalah dalam bentuk sediaan oral dan parenteral yang digunakan dalam tata laksana defisit neurologis iskemik setelah perdarahan subarachnoid. Meski begitu, penggunaan nimodipine secara parenteral tidak dianjurkan karena telah dilaporkan menyebabkan efek samping berat, termasuk kolaps kardiovaskular yang menyebabkan kematian.[1-4,8]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, nimodipine tersedia dalam bentuk sediaan oral berupa tablet salut selaput dengan konsentrasi dosis 30 mg. Selain itu, nimodipine juga ada dalam bentuk sediaan parenteral berupa cairan infus dengan konsentrasi dosis 10 mg dalam 50 ml atau 0,2 mg/ ml.[11]
Cara Penggunaan
Nimodipine lebih dianjurkan untuk digunakan per oral. Penggunaan parenteral telah dikaitkan dengan efek samping serius dan kematian. Secara klinis, obat ini digunakan pada kasus perdarahan subarachnoid.[8]
Pemberian Per Oral
Nimodipine hanya boleh diberikan melalui rute oral sesuai dengan black box warning, karena pemberian melalui rute lain berisiko menyebabkan efek kardiovaskular yang fatal. Secara klinis, nimodipine diberikan setiap 4 jam, dengan waktu pemberian yang dianjurkan setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan untuk mengoptimalkan absorpsi dan meminimalkan variasi kadar obat.[8]
Cara Penyimpanan
Nimodipine dalam bentuk sediaan oral dapat disimpan dalam suhu antara 20-25°C. Sediaan parenteral dianjurkan untuk disimpan pada suhu di bawah 25°C.[2]
Pastikan semua bentuk sediaan nimodipine selalu terlindungi dari cahaya, panas, kelembaban, serta tidak dibekukan. Sediaan larutan oral dari nimodipine tidak boleh dimasukkan ke dalam lemari pendingin atau didinginkan. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.[2,3]