Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Prochlorperazine annisa-meidina 2026-07-21T11:56:09+07:00 2026-07-21T11:56:09+07:00
Prochlorperazine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Prochlorperazine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Kontraindikasi penggunaan prochlorperazine adalah pada anak usia di bawah 2 tahun, serta pasien dengan riwayat alergi terhadap prochlorperazine atau fenotiazin lain. Peringatan penggunaan berupa black box warning adalah mengenai peningkatan risiko mortalitas jika obat digunakan pada lansia dengan dementia terkait psikosis.[2,5]

Kontraindikasi

Prochlorperazine dikontraindikasikan pada pasien yang berada dalam keadaan koma atau mengalami depresi sistem saraf pusat yang berat akibat penggunaan zat depresan saraf pusat dalam jumlah besar, seperti alkohol, barbiturat, atau opioid, karena dapat memperburuk penurunan kesadaran dan fungsi pernapasan.

Obat ini juga tidak boleh digunakan pada anak yang menjalani pembedahan, anak berusia di bawah 2 tahun, atau anak dengan berat badan kurang dari 9 kg, mengingat meningkatnya risiko efek samping serius dan belum tersedianya data keamanan yang memadai pada kelompok tersebut.

Selain itu, prochlorperazine dikontraindikasikan pada anak dengan kondisi klinis yang belum memiliki rekomendasi dosis yang jelas, serta pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap prochlorperazine maupun obat golongan fenotiazin lainnya, karena berisiko menimbulkan reaksi alergi yang berat seperti anafilaksis.[2,5,7]

Peringatan

Pada pasien lanjut usia dengan psikosis terkait dementia, penggunaan antipsikotik, termasuk prochlorperazine, dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Oleh karena itu, obat ini tidak disetujui untuk pengobatan psikosis yang berhubungan dengan demensia.[2]

Risiko Efek Ekstrapiramidal dan Tardive Dyskinesia

Selain itu, prochlorperazine dapat menyebabkan reaksi ekstrapiramidal seperti distonia akut, parkinsonisme, dan akatisia, terutama pada pasien psikiatri yang dirawat di rumah sakit dan pada anak-anak. Penggunaan jangka panjang juga dikaitkan dengan risiko tardive dyskinesia. Karena itu, terapi jangka panjang sebaiknya dibatasi pada pasien yang benar-benar memerlukan pengobatan antipsikotik dan tidak memiliki alternatif terapi lebih aman.[2]

Risiko Sindrom Neuroleptik Maligna

Prochlorperazine juga dapat menyebabkan sindrom neuroleptik maligna, suatu kondisi langka tetapi mengancam jiwa yang ditandai oleh demam tinggi, rigiditas otot, perubahan status mental, dan ketidakstabilan otonom.[2]

Risiko Kehamilan dan Janin

Paparan selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga, dapat menyebabkan gejala ekstrapiramidal atau gejala putus obat pada neonatus, seperti agitasi, tremor, gangguan tonus otot, gangguan napas, dan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, penggunaannya selama kehamilan hanya dianjurkan apabila manfaat yang diharapkan lebih besar daripada potensi risiko terhadap janin.[2]

Efek Samping Hematologi

Dari aspek hematologi, penggunaan prochlorperazine telah dikaitkan dengan leukopenia, neutropenia, dan agranulositosis. Pasien dengan jumlah leukosit rendah sebelumnya atau riwayat leukopenia/neutropenia akibat obat memerlukan pemantauan hitung darah lengkap secara berkala, terutama pada bulan-bulan awal terapi.[2]

Efek Mengantuk dan Gangguan Konsentrasi

Prochlorperazine juga dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, sehingga mengganggu kemampuan mental dan fisik seperti menyebabkan kantuk dan gangguan konsentrasi, terutama pada awal terapi. Oleh karena itu, pasien perlu berhati-hati saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.[2]

Efek Samping Kardiovaskular

Efek kardiovaskular yang perlu diperhatikan adalah hipotensi, terutama pada penggunaan dosis tinggi atau pemberian parenteral. Setelah injeksi, pasien dianjurkan tetap dalam posisi terlentang dan dipantau selama sedikitnya 30 menit untuk mengurangi risiko hipotensi berat.[2]

Regulasi Suhu Tubuh

Fenotiazin juga dapat mengganggu regulasi suhu tubuh melalui efek pada hipotalamus, sehingga meningkatkan risiko hipertermia atau hipotermia pada kondisi suhu lingkungan yang ekstrem.[2]

Referensi

2. ASHP. Prochlorperazine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/prochlorperazine-systemic-sedative.html
5. Din L, Preuss CV. Prochlorperazine. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537083/
7. Morris S, Salm V, Salm A. Harm to a child caused by the off-label use of prochlorperazine maleate tablets due to the discontinuation of licensed prochlorperazine mesilate liquid in the UK. Eur J Hosp Pharm. 2025 Oct 24;32(6):585-588. doi: 10.1136/ejhpharm-2023-003791.

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Prochlorperazine

Artikel Terkait

  • Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
    Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
  • Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
    Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
  • Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
    Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
  • Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
  • Pedoman Penanganan Migraine Akut di Unit Gawat Darurat – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Penanganan Migraine Akut di Unit Gawat Darurat – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 10 jam yang lalu
Omeprazol dan asam mefenamat untuk ibu hamil
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Saya memiliki pasen ibu hamil tiga bulan yang menderita gerd, dan cephalgia, bolehkah untuk gerd nya diberikan omeprazol dan untuk sakit kepalanya diberikan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 21 Agustus 2026, 13:27
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Manajemen Nyeri Sendi: Dari Terapi hingga Dukungan Kesehatan Sendi - Selasa, 1 September 2026, Jam:10.00 - 11.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Mengurangi nyeri bukanlah satu-satunya tujuan terapi osteoarthritis. Pendekatan modern menempatkan pengendalian gejala, mempertahankan fungsi...
Anonymous
Dibalas 21 Agustus 2026, 19:36
Bekas imunisasi BCG bengkak & merah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo TS dokter anak. Saya kedatangan pasien bayi 4 bulan. Keluhannya bengkak & merah di bekas imunisasi BCG sejak 1 minggu. Anak tdk demam atau tampak...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.