Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Prochlorperazine annisa-meidina 2026-07-21T11:55:20+07:00 2026-07-21T11:55:20+07:00
Prochlorperazine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Prochlorperazine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Penggunaan prochlorperazine pada kehamilan dan menyusui tidak dianjurkan. Pada ibu hamil, obat ini dimasukkan dalam kategori C oleh FDA. Pada ibu menyusui, prochlorperazine diketahui dikeluarkan ke ASI.[2,4]

Penggunaan pada Kehamilan

FDA memasukkan prochlorperazine dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.[2]

TGA juga memasukkan prochlorperazine dalam kategori C. Obat dalam kategori ini dilaporkan telah menyebabkan atau diduga menyebabkan efek berbahaya pada janin manusia atau neonatus tanpa menyebabkan malformasi.[4]

Paparan fenotiazin, termasuk prochlorperazine, selama kehamilan telah dikaitkan dengan beberapa efek pada neonatus, seperti ikterus, hiperrefleksia, hiporefleksia, serta gejala ekstrapiramidal yang berkepanjangan setelah lahir.

Penggunaan antipsikotik pada trimester ketiga juga dapat meningkatkan risiko timbulnya gejala ekstrapiramidal dan gejala putus obat  pada bayi baru lahir, yang dapat berupa agitasi, hipertonia atau hipotonia, tremor, gejala mirip tardive dyskinesia, somnolen, gangguan pernapasan, dan gangguan makan.[2]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Prochlorperazine diketahui dapat terdistribusi ke dalam ASI, sehingga penggunaannya pada ibu menyusui memerlukan kehati-hatian. Meskipun data spesifik mengenai kadar prochlorperazine dalam ASI maupun kadar obat pada bayi yang disusui masih sangat terbatas, informasi yang tersedia dari golongan fenotiazin lain menunjukkan bahwa ekskresi obat ke dalam ASI cenderung rendah.

Berdasarkan data tersebut, penggunaan prochlorperazine sesekali dan dalam jangka pendek, terutama untuk mengatasi mual dan muntah, diperkirakan memiliki risiko yang rendah terhadap bayi yang mendapat ASI. Namun, karena bukti klinis langsung masih terbatas, bayi tetap perlu dipantau terhadap kemungkinan efek yang tidak diinginkan, seperti sedasi berlebihan, gangguan menyusu, atau perubahan perilaku.

Selain potensi paparan pada bayi, prochlorperazine juga dapat memengaruhi fisiologi laktasi melalui efek antagonisme dopamin. Blokade reseptor dopamin pada jalur tuberoinfundibular dapat menyebabkan hiperprolaktinemia, yang pada beberapa kasus dilaporkan menimbulkan galaktorea.

Meskipun peningkatan kadar prolaktin dapat terjadi, pada ibu yang telah memiliki laktasi yang mapan peningkatan prolaktin tersebut umumnya tidak memengaruhi kemampuan untuk menyusui. Dengan demikian, penggunaan prochlorperazine pada ibu menyusui perlu mempertimbangkan manfaat klinis bagi ibu dan potensi risiko bagi bayi, terutama apabila terapi diperlukan dalam dosis tinggi atau untuk jangka waktu yang lama.[2,6]

Referensi

2. ASHP. Prochlorperazine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/prochlorperazine-systemic-sedative.html
4. TGA. Prescribing medicine in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
6. Drugs and Lactation Database (LactMed®). Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Prochlorperazine. 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501080/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Pr...

Artikel Terkait

  • Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
    Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
  • Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
    Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
  • Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
    Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
  • Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
  • Pedoman Penanganan Migraine Akut di Unit Gawat Darurat – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Penanganan Migraine Akut di Unit Gawat Darurat – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 10 jam yang lalu
Omeprazol dan asam mefenamat untuk ibu hamil
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Saya memiliki pasen ibu hamil tiga bulan yang menderita gerd, dan cephalgia, bolehkah untuk gerd nya diberikan omeprazol dan untuk sakit kepalanya diberikan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 21 Agustus 2026, 13:27
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Manajemen Nyeri Sendi: Dari Terapi hingga Dukungan Kesehatan Sendi - Selasa, 1 September 2026, Jam:10.00 - 11.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Mengurangi nyeri bukanlah satu-satunya tujuan terapi osteoarthritis. Pendekatan modern menempatkan pengendalian gejala, mempertahankan fungsi...
Anonymous
Dibalas 21 Agustus 2026, 19:36
Bekas imunisasi BCG bengkak & merah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo TS dokter anak. Saya kedatangan pasien bayi 4 bulan. Keluhannya bengkak & merah di bekas imunisasi BCG sejak 1 minggu. Anak tdk demam atau tampak...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.