Epidemiologi Ileus Paralitik
Berdasarkan data epidemiologi ileus paralitik paling sering terjadi pascaoperasi. Biaya beban sosioekonomi ileus paralitik tinggi karena memperpanjang jumlah hari rawat inap.[1-3]
Global
Berdasarkan data Global Burden of Diseases (GBD), pada tahun 2021 terdapat sekitar 15,8 juta kasus ileus paralitik dan obstruksi intestinal di seluruh dunia, dengan age-standardized incidence rate (ASIR) sebesar 191,9 per 100.000 penduduk. Angka kejadian tertinggi ditemukan di Asia Pasifik, Amerika Utara, dan Australasia.[18]
Insidensi ileus paralisis terkait operasi dipengaruhi oleh jenis operasi, tingkat manipulasi usus selama pembedahan, serta komorbiditas pasien sebelum operasi. Operasi abdomen bagian bawah, terutama dengan insisi terbuka yang luas dan manipulasi usus yang lebih banyak, memiliki risiko lebih tinggi. Sementara itu, operasi laparoskopi dengan manipulasi usus minimal, seperti kolesistektomi, memiliki risiko lebih rendah.[7]
Indonesia
Angka kejadian ileus paralitik di Indonesia belum diketahui.
Mortalitas
Pada pasien dengan perawatan intensif, motilitas usus memiliki korelasi yang kuat dengan derajat penyakit dan peningkatan mortalitas. Motilitas usus juga memiliki hubungan yang kuat dengan jumlah kreatinin di darah. Sehingga adanya ileus paralitik pada pasien di ruang rawat intensif diduga menyebabkan peningkatan risiko mortalitas.[19]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha