Etiologi Ileus Paralitik
Etiologi ileus paralitik adalah keadaan stres pascaoperasi, konsumsi obat-obat tertentu seperti golongan antipsikotik, kelainan metabolik, dan kelainan vaskuler. Kasus yang paling sering ditemukan adalah ileus paralitik pascaoperasi dan ileus paralitik akibat konsumsi obat (drug-induced).[1-3,7]
Etiologi
Berdasarkan penyebabnya etiologi ileus paralitik dapat dibagi menjadi ileus pascaoperasi atau reflectory ileus, ileus akibat obat (drug-induced), ileus metabolik, ileus vaskular, dan pseudo obstruksi.[1-3,7]
Tabel 1. Penyebab Ileus Paralitik
| Jenis Ileus | Etiologi |
| Ileus pascaoperasi (reflectory Ileus) | pascaoperasi abdomen atau retroperitoneum, operasi tulang belakang, dan cedera akibat anestesi spinal. |
| Ileus akibat konsumsi obat (Drug-induced Ileus) | Opioid, clozapine, vincristine, polifarmasi antipsikotik (risperidone, olanzapine, asam valproate, lithium, dan haloperidol). |
| Ileus metabolik | Gangguan keseimbangan elektrolit atau metabolik, terutama pada pasien dengan hipokalemia, uremi atau diabetes mellitus. |
| Ileus vaskular | Hipoperfusi pada saluran cerna. |
| Pseudo obstruksi | Sindrom Ogilvie. |
Sumber: dr. Graciella N T Wahjoepramono, Alomedika, 2018.[1-3,7,11-14]
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko untuk ileus paralitik pascaoperasi adalah jenis kelamin laki-laki, usia lanjut, atau kehilangan darah dengan jumlah yang banyak. Sebuah studi melaporkan bahwa pertambahan usia dan indeks massa tubuh (IMT) juga meningkatkan risiko ileus paralitik pascaoperasi cystectomy radikal.
Pada pasien skizofrenia, dilaporkan bahwa risiko ileus paralitik meningkat seiring dengan pertambahan usia, jenis kelamin wanita, konsumsi clozapine, antidepressan trisiklik, dan opioid.[15-17]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha