Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Stretch Mark general_alomedika 2025-10-10T13:52:43+07:00 2025-10-10T13:52:43+07:00
Stretch Mark
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Stretch Mark

Oleh :
dr.Krisandryka
Share To Social Media:

Patofisiologi stretch mark atau striae distensae melibatkan kerusakan jaringan ikat akibat peregangan kulit yang berlebihan sehingga terjadi disorganisasi serabut kolagen dan elastin di dermis. Aktivasi glukokortikoid berperan penting dalam menghambat fibroblas, menurunkan sintesis kolagen, serta meningkatkan degradasi matriks ekstraseluler. Proses ini menyebabkan penurunan elastisitas kulit dan terbentuknya guratan atrofi.[3,4]

Elastolisis Dermis

Proses terjadinya stretch mark melibatkan elastase yang dihasilkan sel mast dan aktivitas makrofag. Proses elastolisis lapisan tengah dermis kemudian diikuti dengan reorganisasi kolagen dan fibrillin.

Elastolisis terjadi melalui proses degradasi serabut elastin di dermis akibat aktivitas enzim proteolitik, terutama matrix metalloproteinases (MMPs). Kehilangan integritas dan fragmentasi elastin menyebabkan berkurangnya elastisitas kulit serta terbentuknya guratan atrofi. Secara klinis, elastolisis menjadi mekanisme utama yang menjelaskan perubahan struktural permanen pada kulit penderita stretch mark.[3,4]

Peran Peregangan Kulit

Faktor fisik berupa stres mekanik pada kulit dapat menyebabkan timbulnya stretch mark di area kulit yang mengalami peregangan drastis, seperti pada kehamilan, kenaikan berat badan drastis, growth spurt pubertas, dan hipertrofi otot akibat olahraga. Perubahan fungsi dan struktur kulit akibat faktor genetik seperti pada sindrom Marfan juga dapat berkontribusi menimbulkan stretch mark.[3,4]

Faktor hormonal juga diduga berperan dalam timbulnya stretch marks. Pada sindrom Cushing, peningkatan kortisol serum menyebabkan perubahan kolagen dan elastin melalui mekanisme peningkatan katabolisme protein. Pada kehamilan, kadar relaxin serum ditemukan lebih rendah dan diperkirakan bisa mengurangi elastisitas jaringan ikat dan meningkatkan risiko timbulnya stretch mark akibat peregangan kulit.[4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

3. Oakley AM, Patel BC. Stretch Marks. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436005/
4. MacGregor JL, Wesley NO. Striae Distensae (Stretch Marks). UpToDate. 2025. https://www.uptodate.com/contents/striae-distensae-stretch-marks

Pendahuluan Stretch Mark
Etiologi Stretch Mark

Artikel Terkait

  • Obat Topikal untuk Pencegahan dan Penanganan Striae Gravidarum
    Obat Topikal untuk Pencegahan dan Penanganan Striae Gravidarum
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 4 jam yang lalu
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter. Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 23 jam yang lalu
Harapan Baru di Kedokteran Gigi - Obat yang Menumbuhkan Gigi
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO DokterPernahkah terbayang jika di masa depan kita tidak lagi membutuhkan implan atau gigi tiruan? Penelitian di Jepang sedang mengembangkan terobosan...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 06 Mei 2026, 15:45
Strategi Terapi Akne Optimal Kombinasi Azeclair dan Asam Salisilat
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Terapi topikal sebagai pilar utama untuk meningkatkan efektivitas sekaligus menekan risiko resistensi antibiotik. Kombinasi agen aktif lebih...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.