Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Amebiasis general_alomedika 2026-07-10T14:00:37+07:00 2026-07-10T14:00:37+07:00
Amebiasis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan E-Prescription Alomedika

Pendahuluan Amebiasis

Oleh :
dr.Shofa Nisrina Luthfiyani
Share To Social Media:

Amebiasis, dikenal juga sebagai amubiasis, amoebiasis, atau disentri ameba, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit protozoa Entamoeba histolytica. Amebiasis dapat bermanifestasi di intestinal dengan gejala diare cair atau berdarah, nyeri perut, dan demam, atau menyerang organ ekstraintestinal seperti hepar.[1-3]

Gejala amebiasis di hepar adalah nyeri pada kuadran kanan atas abdomen, demam, dan/atau menggigil. Gejala-gejala tersebut diperkuat dengan adanya riwayat tinggal atau berpergian ke daerah endemis. Walaupun infeksi ini dapat terjadi di seluruh dunia, tetapi endemis di negara-negara tropis yang memiliki sanitasi kurang baik.[1-3]

Amebiasis-min

Penularan amebiasis melalui jalur fekal-oral, baik transmisi langsung dari orang ke orang maupun melalui konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi oleh feses. Diagnosis pasti dengan mendeteksi protozoa atau kista E. histolytica pada pemeriksaan mikroskopik feses atau jaringan biopsi kolon. Selain itu, pemeriksaan antigen, kultur, maupun deteksi DNA melalui polymerase chain reaction (PCR) juga dapat digunakan pada kasus tertentu.[1-3]

Terapi amebiasis dibagi menjadi dua, yaitu amebicide intraluminal dan amebicide jaringan. Pasien asimtomatik dapat diberikan amebicide intraluminal saja, seperti paromomisin, diloksanid furoat, atau iodoquinol. Pasien dengan gejala diberikan amebicide jaringan seperti metronidazole atau tinidazole, yang diikuti dengan pemberian amebicide intraluminal.[1-3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Roy SL. Chapter 3: Infectious Diseases Related to Travel Amebiasis. In: Brunette GW, ed. CDC Health Information for International Travel; 2016. New York, NY: Oxford University Press, 2016
2. Zulfiqar H, Mathew G, Horrall S. Amebiasis(Archived) [Updated 2023 Jun 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
3. Carrero JC, Reyes-López M, et al.. Intestinal amoebiasis: 160 years of its first detection and still remains as a health problem in developing countries. Int J Med Microbiol. 2020 Jan;310(1):151358. doi: 10.1016/j.ijmm.2019.151358. Epub 2019 Sep 19. PMID: 31587966.

Patofisiologi Amebiasis

Artikel Terkait

  • Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
    Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
  • Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
    Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
Diskusi Terbaru
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 17 jam yang lalu
Anak 14 bulan batuk pilek
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Anak usia 14 bulan dengan keluhan batuk pilek sejak 2 hari tanpa disertai demam.Biasanya jika batuk pilek hanya diberikan nebul NaCl, masih bisa makan minum...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 17 Juli 2026, 09:10
Hitung Dosis Obat Anak Lebih Cepat dengan AI
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
Masihkah Anda menghitung dosis pasien anak secara manual?Di tengah kesibukan pasien yang padat, menghitung dosis obat anak secara manual bukan hanya menyita...
Anonymous
Dibalas 17 Juli 2026, 13:19
Diklofenak apakah aman utk pasien riw stroke
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien 58 tahun riw CVA 2 th lalu, apakah aman minum diklofebak potasium saat ini krn keluhan sakit kepala?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.