Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Gangguan Skizoafektif general_alomedika 2023-01-03T08:08:27+07:00 2023-01-03T08:08:27+07:00
Gangguan Skizoafektif
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Gangguan Skizoafektif

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental episodik dimana terdapat gejala-gejala gangguan afektif dan schizophrenia dalam satu episode penyakit yang sama. Gejala-gejala ini bisa timbul bersamaan atau terpisah dalam beberapa hari. Pada gangguan ini, harus ada periode dimana ada gejala-gejala schizophrenia tanpa ada adanya gejala gangguan afektif.[1,2]

Gangguan skizoafektif masuk dalam kelompok gangguan schizophrenia dan mempunyai kriteria diagnosis yang terpisah, meskipun belum ada penelitian yang memadai mengenai adanya perbedaan etiologi atau patofisiologi dengan schizophrenia. Faktor risiko gangguan ini mencakup faktor genetik, sosial, trauma, dan stress.[3,4]

Gangguan Skizoafektif-min

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan status mental dan riwayat perjalanan gejala yang lengkap. Terapi gangguan skizoafektif menggunakan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi. Obat yang digunakan adalah golongan antipsikotik, mood stabilizer, dan antidepresan.[3,5]

Prognosis gangguan skizoafektif relatif baik bila mendapatkan penanganan yang baik di awal. Usia onset yang lebih muda umumnya mempunyai prognosis yang buruk. Edukasi yang baik pada pasien dan keluarga bisa membantu untuk memperbaiki fungsi dan mencegah relaps.[3,4]

Referensi

1. APA. Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.) TR (Text revision). Arlington VA: American Psychiatric Publishing; 2022.
2. WHO. International Classification of Disease 11 for Mortality and Morbidity Statistic. 2019. https://icd.who.int/browse11/l-m/en
3. Wy TJP, Saadabadi A. Schizoaffective Disorder. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541012/
4. Van der Merwe NJ, Karayiorgou M, Ehlers R, Roos JL. Family history identifies sporadic schizoaffective disorder as a subtype for genetic studies. S Afr J Psych, 2020. https://sajp.org.za/index.php/sajp/article/view/1393
5. Kesserwani J, Kadra G, Downs J, Shetty H, MacCabe JH, Taylor D, et al. Risk of readmission in patients with schizophrenia and schizoaffective disorder newly prescribed clozapine. J Psychopharmacol, 2019.33:449–58.

Patofisiologi Gangguan Skizoafektif
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 9 jam yang lalu
Diet yang tepat untuk hiperurisemia? - Temukan jawabannya di e-course berSKP "Hiperurisemia: Dari Diagnosis hingga Terapi Medik Gizi"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Asam urat tinggi, langsung suruh pasien pantang makanan tinggi purin? Apakah sesederhana itu?Hiperurisemia sering tidak bergejala, tetapi dapat...
Anonymous
Dibalas 15 Oktober 2026, 16:25
Konsul wanita umur 47 th keluhan menstruasi sudah lebih 1 bulan dan deras
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Siang dokterIzin konsul wanita umur 47th keluhan menstruasi sudah lebih 1bln sudah minum obat regumen , haid berenti tetapi abis obat 5hr haid nya deras...
dr.Nurh Syada
Dibalas 10 jam yang lalu
Peresepan 10 Obat untuk Pasien Penyakit Jantung yang Terserang ISPA: Bisakah AI Bantu Cek Keamanannya?
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter.Seorang pasien dengan penyakit jantung rutin mengonsumsi 5 obat setiap hari. Suatu hari, pasien datang dengan keluhan batuk, pilek, dan demam,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.