Efek Samping dan Interaksi Obat Protamin Sulfat
Efek samping yang dapat terjadi setelah pemberian protamin sulfat meliputi hipotensi, bradikardia, dispnea, sensasi hangat, flushing sementara, mual, muntah, nyeri punggung, dan lesu. Selain dengan heparin dan Low Molecular Weight Heparin (LMWH), protamin sulfat dapat berinteraksi dengan insulin dan menyebabkan pemanjangan absorpsi insulin.[1,10]
Efek Samping
Terdapat beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah pemberian protamin sulfat, antara lain:
- Hematologi: efek antikoagulan jika digunakan dalam jumlah berlebih dari yang dibutuhkan untuk menetralkan efek antikoagulan heparin
- Imunologi: reaksi hipersensitivitas termasuk reaksi angioedema anafilaktoid dengan gangguan sirkulasi disertai kebocoran kapiler dan edema pulmoner nonkardiogenik. Reaksi anafilaksis pernah dilaporkan pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat alergi
- Kardiovaskular: bradikardia, penurunan tekanan darah tiba-tiba, hipertensi pulmonal dan sistemik, flushing sementara, perasaan hangat, vasokonstriksi paru akut dengan kolaps kardiovaskuler
- Respiratori: dispnea, serta ada pula kasus dengan edema paru nonkardiogenik disertai hipotensi yang berkepanjangan
- Gastroenterologi: mual dan muntah
- Lainnya: nyeri punggung, lesu
Karena reaksi anafilaksis dan reaksi anafilaktoid fatal telah dilaporkan terjadi setelah pemberian protamin sulfat, maka sebaiknya obat diberikan apabila alat dan obat untuk mengatasi reaksi anafilaksis dan reaksi anafilaktoid tersedia.[1,10,12]
Interaksi Obat
Larutan protamin sulfat sebaiknya tidak dicampur dengan obat lain tanpa diketahui kompatibilitasnya, karena protamin sulfat telah diketahui tidak sesuai dengan beberapa antibiotik tertentu termasuk cephalosporin dan penicillin.[10]
Selain itu, pemberian protamin sulfat bersama dengan insulin telah dilaporkan menyebabkan pemanjangan absorpsi insulin. Pada pasien diabetes, hal ini bisa memengaruhi kontrol glikemik.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha