Indikasi dan Dosis Protamin Sulfat
Indikasi protamin sulfat adalah untuk membalikkan efek dari heparin. Namun, jika digunakan berlebihan, obat ini dapat memberikan efek antikoagulan.
Protamin sulfat dapat digunakan untuk menetralkan efek antikoagulan heparin pada saat sebelum operasi, setelah dialisis ginjal, setelah operasi jantung terbuka, jika perdarahan berlebihan terjadi, dan ketika terjadi overdosis heparin. Protamin sulfat juga dapat digunakan pada kondisi overdosis enoxaparin atau dalteparin pada pasien dewasa.[1,10,11]
Overdosis Heparin
Protamin sulfat digunakan sebagai antidot utama untuk mengatasi overdosis heparin berat dengan cara menetralkan efek antikoagulan heparin secara cepat. Penggunaan protamin tidak dianjurkan pada perdarahan ringan selama terapi heparin karena penghentian heparin saja biasanya sudah cukup memperbaiki kondisi dalam beberapa jam.
Pada kasus perdarahan berat, heparin harus segera dihentikan dan protamin sulfat diberikan intravena secara perlahan sambil memantau parameter koagulasi seperti activated partial thromboplastin time (aPTT), activated clotting time (ACT), serta plasma thrombin time (PTT). Selain itu, transfusi darah dapat diperlukan bila terjadi kehilangan darah masif.[1]
Overdosis Heparin Intravena
Pada overdosis heparin intravena, dosis protamin ditentukan berdasarkan jumlah heparin yang telah diberikan serta waktu yang telah berlalu sejak pemberian heparin. Secara umum, 1 mg protamin sulfat mampu menetralkan sekitar 100 unit heparin natrium.
Jika perdarahan berat terjadi beberapa menit setelah pemberian heparin IV, dosis yang dianjurkan adalah 1 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin. Bila perdarahan terjadi 30 menit setelah pemberian, dosis diturunkan menjadi 0,5 mg per 100 unit heparin. Sementara itu, bila perdarahan terjadi ≥2 jam setelah pemberian heparin, dosis yang digunakan sekitar 0,25–0,375 mg per 100 unit heparin.
Penurunan dosis ini diperlukan karena konsentrasi heparin dalam darah menurun cepat setelah pemberian IV.[1]
Overdosis Heparin Subkutan
Pada overdosis heparin subkutan, kebutuhan protamin biasanya lebih besar karena absorpsi heparin berlangsung lebih lama. Beberapa klinisi merekomendasikan dosis 1–1,5 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin yang diberikan secara subkutan.
Dalam kondisi ini, sering kali diperlukan infus berkepanjangan untuk menetralkan heparin yang masih terus diserap. Salah satu protokol yang digunakan adalah pemberian loading dose 25–50 mg secara infus IV lambat, kemudian sisa dosis dihitung dan diberikan melalui infus kontinu selama 8–16 jam atau sesuai lama absorpsi heparin yang diperkirakan.[1]
Overdosis Heparin pada Prosedur Extracorporeal Circulation
Pada prosedur extracorporeal circulation seperti operasi jantung dengan cardiopulmonary bypass atau dialisis, protamin digunakan untuk menetralkan heparin setelah prosedur selesai.
Dosis yang lazim diberikan adalah 1,5 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin natrium yang digunakan selama prosedur. Alternatifnya, dosis dapat ditentukan berdasarkan pemeriksaan ACT serial dan kurva dosis-respons untuk memperkirakan jumlah heparin yang masih tersisa dalam sirkulasi. Pada beberapa pasien dapat terjadi fenomena heparin rebound, sehingga diperlukan dosis tambahan protamin berdasarkan hasil pemeriksaan koagulasi.[1]
Overdosis Enoxaparin atau Dalteparin
Protamin sulfat juga digunakan pada overdosis low molecular weight heparin (LMWH) seperti enoxaparin atau dalteparin, meskipun kemampuan netralisasinya tidak sempurna. Protamin hanya mampu menetralkan sekitar 60–75% aktivitas anti-factor Xa dari LMWH, sehingga aPTT dapat tetap memanjang meskipun terapi sudah diberikan.
Bila perdarahan berat terjadi dalam ≤8 jam setelah pemberian LMWH, dosis yang dianjurkan adalah 1 mg protamin untuk setiap 100 unit anti-factor Xa LMWH. Jika 2–4 jam setelah dosis pertama perdarahan masih berlangsung atau aPTT tetap memanjang, dapat diberikan dosis tambahan 0,5 mg protamin per 100 unit anti-factor Xa.
Apabila perdarahan terjadi >8 jam setelah pemberian LMWH, dosis yang digunakan lebih rendah, yaitu 0,5 mg per 100 unit anti-factor Xa. Pada kasus enoxaparin, pemberian protamin umumnya tidak lagi diperlukan bila telah berlalu >12 jam sejak pemberian obat.[1]
Perhatian Khusus pada Pemberian Protamin Sulfat
Protamin sulfat diberikan melalui injeksi intravena sangat lambat selama sekitar 10 menit untuk mengurangi risiko reaksi berat seperti hipotensi, bradikardia, hipertensi pulmonal, dan reaksi anafilaktoid. Konsentrasi standar sediaan adalah 10 mg/mL dan dapat diberikan tanpa pengenceran atau diencerkan menggunakan dekstrosa 5% maupun NaCl 0,9%.
Batas maksimum pemberian adalah 50 mg dalam periode 10 menit, kecuali bila benar-benar diperlukan dosis yang lebih besar berdasarkan kondisi klinis pasien.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha