Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Protamin Sulfat general_alomedika 2026-06-15T14:11:49+07:00 2026-06-15T14:11:49+07:00
Protamin Sulfat
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Protamin Sulfat

Oleh :
dr.Monica Cynthia
Share To Social Media:

Indikasi protamin sulfat adalah untuk membalikkan efek dari heparin. Namun, jika digunakan berlebihan, obat ini dapat memberikan efek antikoagulan.

Protamin sulfat dapat digunakan untuk menetralkan efek antikoagulan heparin pada saat sebelum operasi, setelah dialisis ginjal, setelah operasi jantung terbuka, jika perdarahan berlebihan terjadi, dan ketika terjadi overdosis heparin. Protamin sulfat juga dapat digunakan pada kondisi overdosis enoxaparin atau dalteparin pada pasien dewasa.[1,10,11]

Overdosis Heparin

Protamin sulfat digunakan sebagai antidot utama untuk mengatasi overdosis heparin berat dengan cara menetralkan efek antikoagulan heparin secara cepat. Penggunaan protamin tidak dianjurkan pada perdarahan ringan selama terapi heparin karena penghentian heparin saja biasanya sudah cukup memperbaiki kondisi dalam beberapa jam.

Pada kasus perdarahan berat, heparin harus segera dihentikan dan protamin sulfat diberikan intravena secara perlahan sambil memantau parameter koagulasi seperti activated partial thromboplastin time (aPTT), activated clotting time (ACT), serta plasma thrombin time (PTT). Selain itu, transfusi darah dapat diperlukan bila terjadi kehilangan darah masif.[1]

Overdosis Heparin Intravena

Pada overdosis heparin intravena, dosis protamin ditentukan berdasarkan jumlah heparin yang telah diberikan serta waktu yang telah berlalu sejak pemberian heparin. Secara umum, 1 mg protamin sulfat mampu menetralkan sekitar 100 unit heparin natrium.

Jika perdarahan berat terjadi beberapa menit setelah pemberian heparin IV, dosis yang dianjurkan adalah 1 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin. Bila perdarahan terjadi 30 menit setelah pemberian, dosis diturunkan menjadi 0,5 mg per 100 unit heparin. Sementara itu, bila perdarahan terjadi ≥2 jam setelah pemberian heparin, dosis yang digunakan sekitar 0,25–0,375 mg per 100 unit heparin.

Penurunan dosis ini diperlukan karena konsentrasi heparin dalam darah menurun cepat setelah pemberian IV.[1]

Overdosis Heparin Subkutan

Pada overdosis heparin subkutan, kebutuhan protamin biasanya lebih besar karena absorpsi heparin berlangsung lebih lama. Beberapa klinisi merekomendasikan dosis 1–1,5 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin yang diberikan secara subkutan.

Dalam kondisi ini, sering kali diperlukan infus berkepanjangan untuk menetralkan heparin yang masih terus diserap. Salah satu protokol yang digunakan adalah pemberian loading dose 25–50 mg secara infus IV lambat, kemudian sisa dosis dihitung dan diberikan melalui infus kontinu selama 8–16 jam atau sesuai lama absorpsi heparin yang diperkirakan.[1]

Overdosis Heparin pada Prosedur Extracorporeal Circulation

Pada prosedur extracorporeal circulation seperti operasi jantung dengan cardiopulmonary bypass atau dialisis, protamin digunakan untuk menetralkan heparin setelah prosedur selesai.

Dosis yang lazim diberikan adalah 1,5 mg protamin untuk setiap 100 unit heparin natrium yang digunakan selama prosedur. Alternatifnya, dosis dapat ditentukan berdasarkan pemeriksaan ACT serial dan kurva dosis-respons untuk memperkirakan jumlah heparin yang masih tersisa dalam sirkulasi. Pada beberapa pasien dapat terjadi fenomena heparin rebound, sehingga diperlukan dosis tambahan protamin berdasarkan hasil pemeriksaan koagulasi.[1]

Overdosis Enoxaparin atau Dalteparin

Protamin sulfat juga digunakan pada overdosis low molecular weight heparin (LMWH) seperti enoxaparin atau dalteparin, meskipun kemampuan netralisasinya tidak sempurna. Protamin hanya mampu menetralkan sekitar 60–75% aktivitas anti-factor Xa dari LMWH, sehingga aPTT dapat tetap memanjang meskipun terapi sudah diberikan.

Bila perdarahan berat terjadi dalam ≤8 jam setelah pemberian LMWH, dosis yang dianjurkan adalah 1 mg protamin untuk setiap 100 unit anti-factor Xa LMWH. Jika 2–4 jam setelah dosis pertama perdarahan masih berlangsung atau aPTT tetap memanjang, dapat diberikan dosis tambahan 0,5 mg protamin per 100 unit anti-factor Xa.

Apabila perdarahan terjadi >8 jam setelah pemberian LMWH, dosis yang digunakan lebih rendah, yaitu 0,5 mg per 100 unit anti-factor Xa. Pada kasus enoxaparin, pemberian protamin umumnya tidak lagi diperlukan bila telah berlalu >12 jam sejak pemberian obat.[1]

Perhatian Khusus pada Pemberian Protamin Sulfat

Protamin sulfat diberikan melalui injeksi intravena sangat lambat selama sekitar 10 menit untuk mengurangi risiko reaksi berat seperti hipotensi, bradikardia, hipertensi pulmonal, dan reaksi anafilaktoid. Konsentrasi standar sediaan adalah 10 mg/mL dan dapat diberikan tanpa pengenceran atau diencerkan menggunakan dekstrosa 5% maupun NaCl 0,9%.

Batas maksimum pemberian adalah 50 mg dalam periode 10 menit, kecuali bila benar-benar diperlukan dosis yang lebih besar berdasarkan kondisi klinis pasien.[1]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Protamine (Monograph). 2024. https://www.drugs.com/monograph/protamine.html
10. Protamine Sulfate: Indication, Dosage, Adverse Drug Reactions. 2026. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/protamine%20sulfate/?type=brief&mtype=generic#Incompatibility
11. Electronic Medicines Compendium. Prosulf 10 mg/ml Solution for Injection. 2018. https://www.medicines.org.uk/emc/product/8/smpc

Formulasi Protamin Sulfat
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Memulai Kembali Terapi Antikoagulan setelah Perdarahan Gastrointestinal
    Memulai Kembali Terapi Antikoagulan setelah Perdarahan Gastrointestinal
  • Peran Parameter Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT)
    Peran Parameter Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT)
  • Bukti Ilmiah Terkait Efikasi Heparin Topikal untuk Cedera Benturan
    Bukti Ilmiah Terkait Efikasi Heparin Topikal untuk Cedera Benturan
  • Penggunaan Antikoagulan pada Stroke Iskemik Akut
    Penggunaan Antikoagulan pada Stroke Iskemik Akut
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 17 Januari 2024, 15:23
Penggunaan heparin gel untuk memar karena jatuh
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, izin bertanya mengenai penggunaan trombophob heparin gel untuk memar karena jatuh apakah efektif? Atau apkaah cukup dengan kompres dingin saja?...
Anonymous
Dibalas 12 Juni 2023, 09:00
Apakah pemberian heparin bolus intravena perlu diencerkan?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Siang dok. Izin tanya, untuk pemberian heparin bolus IV apakah perlu diencerkan? Kira perlu diencerkan berapa cc dan apakah perlu dibolus secara pelan?...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 31 Agustus 2022, 16:00
Penghentian konsumsi pengencer darah pasien akan cabut gigi - Kardiologi Ask the Expert
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO dr. Kana, SpJP.. Apakah ada perbedaan durasi penghentian konsumsi pengencer darah pada pasien yang akan cabut gigi, yang ditentukan oleh jenis obatnya?...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.