Farmakologi Protamin Sulfat
Secara farmakologi, protamin sulfat bekerja menetralisir efek heparin pada kondisi overdosis heparin. Protamin sulfat bekerja dengan mengikat heparin dan membentuk kompleks tidak aktif sehingga efek antikoagulannya cepat dinetralkan.[1,2]
Farmakodinamik
Protamin sulfat adalah suatu peptida polikationik yang sangat basa, dan terdiri dari campuran peptida sulfat yang murni yang sebagian besar terdiri dari asam amino arginin (lebih dari 67%), prolin, serin, dan valin.
Protamin terutama bekerja untuk menetralkan heparin, namun juga memiliki sifat antikoagulan. Protamin dapat memperpanjang waktu pembekuan (Activated Clotting Time / ACT) dan waktu protrombin (Prothrombin Time/ PT), serta berkontribusi terhadap potensi kelebihan perdarahan setelah operasi cardiopulmonary bypass.
Protamin dapat menghambat jalur ekstrinsik karena penurunan aktivitas faktor VII (FVII) dan faktor X (FX). Efek ini juga dimediasi melalui penghambatan spesifik aktivitas faktor V (FV) oleh trombin atau faktor Xa. Protamin sepenuhnya menetralkan aktivitas penghambat trombin dari Low Molecular Weight Heparin (LMWH), dan hanya menetralkan sebagian aktivitas anti faktor Xa (FXa).[2,6,7]
Farmakokinetik
Protamin sulfat yang diberikan secara intravena didistribusikan dengan cepat ke organ visera, dan sebagian besar diekskresikan melalui urin.[2]
Absorpsi
Protamin sulfat memiliki onset kerja sangat cepat setelah pemberian intravena, yaitu sekitar 30–60 detik, dengan netralisasi heparin umumnya terjadi dalam waktu kurang dari 5 menit. Konsentrasi obat dalam plasma cepat menurun hingga tidak terdeteksi dalam ≤20 menit, serta menunjukkan perbedaan farmakokinetik berdasarkan jenis kelamin, di mana perempuan memiliki AUC lebih rendah dan klirens plasma lebih tinggi dibanding laki-laki.[2]
Distribusi
Protamin sulfat memiliki volume distribusi yang relatif kecil, dengan rata-rata sekitar 5,4 L pada pasien yang menjalani operasi jantung dengan cardiopulmonary bypass, sehingga obat terutama berada di dalam sirkulasi intravaskular. Namun, variasi volume distribusi yang cukup luas (0,82–34 L) menunjukkan adanya perbedaan distribusi obat antar individu tergantung kondisi fisiologis dan klinis pasien.[2]
Metabolisme
Protamin sulfat dimetabolisme melalui mekanisme yang belum sepenuhnya diketahui, namun diduga melibatkan degradasi protein oleh enzim peptidase endogen karena protamin merupakan campuran peptida protein basa yang berasal dari ikan. Kompleks heparin–protamin yang terbentuk juga diperkirakan dapat diuraikan sebagian oleh enzim fibrinolysin, yang sekaligus dapat melepaskan kembali heparin.[2]
Eliminasi
Protamin sulfat dieliminasi dengan sangat cepat, dengan waktu paruh sekitar 7,4 menit pada individu sehat dan sekitar 4,5 menit pada pasien operasi jantung yang menggunakan heparin. Klirens obat juga tergolong tinggi, rata-rata sekitar 1,4 L/menit, sehingga konsentrasi protamin dalam plasma cepat menurun setelah pemberian intravena.[2]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha