Efek Samping dan Interaksi Obat Kontrasepsi Darurat
Efek samping kontrasepsi darurat umumnya bersifat ringan dan sementara, dengan keluhan paling sering berupa mual, muntah, nyeri kepala, pusing, kelelahan, nyeri payudara, serta perdarahan uterus tidak teratur atau perubahan waktu menstruasi berikutnya. Efek samping ini lebih sering dilaporkan pada metode kombinasi estrogen–progestin dibandingkan progestin tunggal.
Potensi interaksi obat terutama relevan pada kontrasepsi darurat oral, khususnya dengan obat penginduksi enzim sitokrom P450 CYP3A4 seperti rifampicin, antikonvulsan tertentu, dan obat herbal St. John’s wort, yang dapat menurunkan kadar levonorgestrel maupun ulipristal asetat. Selain itu, ulipristal asetat dapat berinteraksi secara farmakodinamik dengan kontrasepsi berbasis progestin.
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga tidak menimbulkan interaksi obat sistemik karena mekanisme kerjanya bersifat lokal.[1-5,10]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)