Pendahuluan Juvenile Angiofibroma
Juvenile angiofibroma adalah angiofibroma yang terjadi pada usia remaja. Angiofibroma merupakan tumor jinak yang tersusun atas jaringan fibrosa dan pembuluh darah. Tumor ini paling sering ditemukan pada remaja laki-laki usia 13–25 tahun dan dikategorikan sebagai tumor vaskular yang tumbuh lambat tetapi memiliki sifat agresif lokal.[1-5]
Juvenile angiofibroma umumnya merujuk pada juvenile nasopharyngeal angiofibroma (JNA), yaitu tumor vaskular jinak khas remaja laki-laki yang hampir selalu berasal dari nasofaring, terutama di sekitar foramen sphenopalatine. Namun, angiofibroma juga bisa muncul di lokasi lain, yang dikenal sebagai extranasopharyngeal angiofibroma.[5,6]
Extranasopharyngeal angiofibroma (ENA) dapat ditemukan di hidung anterior, septum, maksila, atau sinus paranasal lain. Pada kasus yang sangat jarang, ENA dapat muncul di luar area otorhinolaryngology, seperti lidah, orofaring, atau tonsil. Berbeda dengan juvenile angiofibroma khas pada remaja laki-laki, ENA cenderung terjadi pada usia lebih tua dan tidak menunjukkan dominasi jenis kelamin.[5,6]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)