Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Juvenile Angiofibroma annisa-meidina 2026-01-22T13:37:06+07:00 2026-01-22T13:37:06+07:00
Juvenile Angiofibroma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Juvenile Angiofibroma

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Dari sisi patofisiologi, juvenile angiofibroma merupakan suatu tumor vaskular jinak yang hampir selalu berasal dari nasofaring. Pertumbuhan tumor lokal yang agresif dapat menimbulkan efek massa, yang kemudian menyebabkan sumbatan hidung unilateral, pembengkakan wajah, dan pergeseran dinding posterolateral sinus maksila yang juga dikenal sebagai Holman-Miller sign.[2,3,10,11]

Pertumbuhan Tumor

Juvenile angiofibroma bersifat lokal ekspansif, menghasilkan tekanan pada jaringan sekitarnya, dan bisa menyebabkan remodeling tulang. Ekspansi dapat meluas ke fossa pterigopalatina, sinus maksila, etmoid, dan dasar tengkorak anterior, dengan infiltrasi melalui foramen dan kanal tulang yang ada. Pertumbuhan ini didukung oleh proliferasi jaringan fibrovaskular padat dan hipervaskularisasi tumor, yang memungkinkan invasi ke struktur tulang dan rongga sekitarnya tanpa metastasis sistemik.[12,13]

Referensi

2. Josef Shargorodsky. Juvenile angiofibroma. UF Health. 2023. https://ufhealth.org/conditions-and-treatments/juvenile-angiofibroma
3. Shah UK. Juvenile angiofibroma. MSD Manual. 2025. https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/miscellaneous-ear-nose-and-throat-disorders-in-children/juvenile-angiofibromas
4. Newman M, Nguyen TBV, McHugh T, Reddy K, Sommer DD. Early-onset juvenile nasopharyngeal angiofibroma (JNA): a systematic review. J Otolaryngol Head Neck Surg. 2023 Dec 19;52(1):85. doi: 10.1186/s40463-023-00687-w.
7. Safhi FA, Al-Hazani TMI, Jalal AS, et al. FGFR3 and FGFR4 overexpression in juvenile nasopharyngeal angiofibroma: impact of smoking history and implications for personalized management. J Appl Genet. 2023 Dec;64(4):749-758. doi: 10.1007/s13353-023-00780-w.
10. Baba A, Kurokawa R, Kurokawa M, Srinivasan A. MRI features of sinonasal tract angiofibroma/juvenile nasopharyngeal angiofibroma: Case series and systematic review. J Neuroimaging. 2023 Sep-Oct;33(5):675-687. doi: 10.1111/jon.13116.
11. Tork CA, Winters R, Simpson DL. Nasopharyngeal Angiofibroma. StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545240/
12. Alrusayyis D, Alotaibi JK, Almutarii R, Almolani FM, Al-Ahmari M, Alkhatib A, Almomen A. Five challenging presentations of juvenile nasopharyngeal angiofibroma: our experience in the diagnosis and endoscopic surgical management. J Surg Case Rep. 2025 Feb 28;2025(2):rjaf055. doi: 10.1093/jscr/rjaf055.
13. García-Fernández A, et al. Endoscopic surgical management of juvenile nasopharyngeal angiofibroma: Correlating tumour characteristics, risk of hemorrhage, and recurrence. Auris, Nasus, Larynx. 2024;51(6):940–946. https://doi.org/10.1016/j.anl.2024.09.004

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Pendahuluan Juvenile Angiofibroma
Etiologi Juvenile Angiofibroma
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 33 menit yang lalu
TBC paru
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter.  Saya memiliki pasien dengan riwayat batuk berdahak hampir 1 bulan, berat badan banyak turun.  Saya cek dahak TCM  hasilnya tbc indeterminate...
Anonymous
Dibalas 5 jam yang lalu
Serkom untuk PPDS
Oleh: Anonymous
3 Balasan
ALO dokter, izin bertanya. Semisal saya hendak mendaftar PPDS dan ada requirement Serkom, kondisinya Serkom saya mati di Januari 20206, Saya memiliki 2 SIP,...
Anonymous
Dibalas kemarin, 10:00
konsumsi acyclovir saat berpuasa
Oleh: Anonymous
6 Balasan
alo dokter izin bertanya, bagaimana pengaturan minum Acyclovir 3×1 saat berpuas? Apakah bisa berbuka, sebelum tidur dan saat sahur? Atau berbuka 1 tab dan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.