Patofisiologi Juvenile Angiofibroma
Dari sisi patofisiologi, juvenile angiofibroma merupakan suatu tumor vaskular jinak yang hampir selalu berasal dari nasofaring. Pertumbuhan tumor lokal yang agresif dapat menimbulkan efek massa, yang kemudian menyebabkan sumbatan hidung unilateral, pembengkakan wajah, dan pergeseran dinding posterolateral sinus maksila yang juga dikenal sebagai Holman-Miller sign.[2,3,10,11]
Pertumbuhan Tumor
Juvenile angiofibroma bersifat lokal ekspansif, menghasilkan tekanan pada jaringan sekitarnya, dan bisa menyebabkan remodeling tulang. Ekspansi dapat meluas ke fossa pterigopalatina, sinus maksila, etmoid, dan dasar tengkorak anterior, dengan infiltrasi melalui foramen dan kanal tulang yang ada. Pertumbuhan ini didukung oleh proliferasi jaringan fibrovaskular padat dan hipervaskularisasi tumor, yang memungkinkan invasi ke struktur tulang dan rongga sekitarnya tanpa metastasis sistemik.[12,13]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)