Edukasi dan Promosi Kesehatan Juvenile Angiofibroma
Edukasi dan promosi kesehatan terkait juvenile angiofibroma perlu mencakup informasi tentang risiko perdarahan berulang yang dapat berujung pada anemia. Edukasi juga perlu menjelaskan bahwa tumor ini jinak tetapi bersifat cukup agresif dan mampu mengganggu struktur di sekitarnya. Selain itu, setelah terapi, pasien disarankan untuk menjalani pemantauan berkala karena ada risiko rekurensi.[2,3,5,11,21]
Edukasi Pasien
Edukasi pasien terkait juvenile angiofibroma penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit dan risiko komplikasinya, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan tindak lanjut.[2,3,5,11,21]
Berikut adalah edukasi yang diberikan pada pasien dan keluarga:
- Memahami bahwa juvenile angiofibroma adalah tumor jinak tetapi sangat vaskular, sehingga berisiko perdarahan hebat
- Mengenali gejala awal seperti mimisan berulang, hidung tersumbat, gangguan tidur, atau pembengkakan wajah
- Mengetahui risiko komplikasi, termasuk anemia akibat perdarahan kronis dan obstruksi jalan napas
- Memahami prosedur pembedahan dan kemungkinan perdarahan intraoperatif
- Mengetahui pentingnya follow-up rutin untuk deteksi rekurensi lebih awal
- Edukasi keluarga agar siap mengamati tanda peringatan dan melaporkan gejala serius segera ke tenaga medis[2,3,5,11,21]
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Meskipun tidak ada metode pencegahan spesifik untuk juvenile angiofibroma, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengendalikan komplikasi, mendeteksi rekurensi lebih awal, dan mendukung pemulihan pasien.[5,9,13,21]
Beberapa langkah tersebut adalah:
- Menangani epistaksis dan anemia akibat perdarahan segera.
- Memastikan kebersihan hidung dan saluran pernapasan untuk mencegah infeksi sekunder
- Mematuhi jadwal follow-up berkala dengan endoskopi nasal dan pencitraan untuk mendeteksi rekurensi
- Memberikan edukasi keluarga tentang tanda peringatan dan kapan harus segera melapor ke tenaga medis
- Mendukung pasien untuk mematuhi rencana perawatan, termasuk kontrol pascaoperasi dan pengobatan simptomatik jika diperlukan[5,9,13,21]