Diagnosis Juvenile Angiofibroma
Diagnosis juvenile angiofibroma diawali dengan anamnesis gejala yang umum terjadi seperti epistaksis berulang dan obstruksi hidung unilateral, yang sering disertai massa di nasofaring yang dapat teraba melalui endoskopi.[3,11]
Pencitraan menggunakan computed tomography (CT) bisa menilai keterlibatan tulang dan struktur paranasal, sementara magnetic resonance imaging (MRI) dapat melihat ekstensi intrakranial dan vaskularisasi tumor, yang penting untuk perencanaan bedah. Biopsi umumnya dihindari karena risiko perdarahan masif, mengingat tumor bersifat sangat vaskular.[10,11,13,15]
Anamnesis
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)