Epidemiologi Cedera Otak Traumatik
Menurut data epidemiologi, cedera otak traumatik merupakan suatu “silent endemic” yang semakin menjadi kontributor terbesar dari kematian dan kecacatan di tingkat. Estimasi epidemiologi cedera otak traumatik di Indonesia sangat sulit didapat akibat banyaknya kejadian yang tidak terdokumentasi. Di Amerika Serikat dan Selandia Baru, dilaporkan terdapat 500-800 kasus baru cedera otak traumatik per 100.000 populasi setiap tahun.[17]
Global
Secara global berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dewan et al pada tahun 2019, didapati sekitar 69 juta orang di seluruh dunia mengalami cedera otak traumatik setiap tahun. Proporsi akibat kecelakaan di jalan, yang paling besar berasal dari Afrika dan Asia Tenggara, yang mana tercatat sebesar 56%, dan yang terendah di Amerika Utara sebesar 25%.
Insiden kecelakaan lalu lintas sendiri memiliki kemiripan antara Asia Tenggara (1,5% dari populasi) dengan Eropa (1,2% dari populasi). Negara dengan pendapatan menengah ke bawah memiliki proporsi kejadian cedera otak traumatik 3 kali lebih banyak dibanding negara berpendapatan tinggi.[17]
Indonesia
Penelitian epidemiologi cedera otak traumatik di Indonesia masih sangat terbatas dan masih banyak kasus yang tidak terlapor. Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, cedera kepala merupakan cedera tersering ketiga dengan dengan proporsi 11,9% setelah cedera pada anggota gerak bawah dan anggota gerak atas.[18]
Mortalitas
Mortalitas dari cedera otak traumatik pada umumnya berhubungan dengan perdarahan intrakranial. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cheng et al menunjukkan bahwa angka kematian akibat cedera otak traumatik masih tergolong stabil dan tinggi di Tiongkok antara tahun 2006 hingga 2013 yaitu 12,99 hingga 17,06 kasus per 100.000 penduduk.
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Brazinova et al pada tahun 2021 didapati angka kematian akibat cedera otak traumatik berkisar antara 9 hingga 28,1 per 100.000 penduduk di antara negara-negara Eropa.[19,20]
Penulisan pertama oleh: dr. Gold Tampubolon
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha