Edukasi dan Promosi Kesehatan Pterygium
Edukasi dan promosi kesehatan pada pterygium adalah pencegahan terhadap paparan sinar ultraviolet. Mengurangi paparan mata terhadap sinar ultraviolet diharapkan dapat menurunkan risiko terbentuk maupun rekurensi dari pterygium.[1-3,5]
Edukasi Pasien
Pterygium merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya paparan sinar ultraviolet (UV). Pencegahan pterygium dapat dilakukan dengan penggunaan kacamata anti sinar UV atau topi bundar lebar untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet dan debu.
Edukasi terutama diberikan bagi pasien yang banyak beraktivitas di luar ruangan akibat pekerjaannya, misalnya petani atau pelaut, juga pada pasien memiliki riwayat pterygium pada keluarganya.
Pada pasien dengan pterygium stadium awal, edukasi seperti di atas dapat diterapkan untuk mengurangi laju pertumbuhan jaringan pterygium. Penggunaan lensa kontak pada pasien pterygium harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Pada stadium yang lebih lanjut, di mana sudah terjadi gangguan penglihatan, sebaiknya pasien dirujuk ke dokter spesialis mata.[5,15,23]
Pascaoperasi
Pasien yang menjalani operasi eksisi pterygium perlu diberitahu mengenai risiko rekurensi yang biasa terjadi dalam 1 tahun pascaoperasi. Biasanya, pterygium yang rekuren lebih sulit diterapi dibandingkan pterygium primer.
Pasien pascaoperasi juga perlu diedukasi mengenai penggunaan tetes mata mitomycin, fluorourasil, atau steroid yang harus sesuai petunjuk dokter. Penggunaan dengan tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan pada sklera dan kornea, yang dapat berujung menjadi kebutaan.[3-5]
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Pencegahan pterygium terutama dilakukan dengan mengurangi paparan faktor risiko yang dapat menyebabkan iritasi kronis pada permukaan mata, terutama sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Upaya yang dianjurkan meliputi penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV dan topi bertepi lebar saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, mata juga perlu dilindungi dari debu, angin, asap, dan lingkungan kering yang dapat memicu iritasi kronis. Penggunaan air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan permukaan mata pada individu yang sering terpapar lingkungan kering atau bekerja di luar ruangan.[1,5,23]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha