Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Lopinavir general_alomedika 2026-08-20T11:31:16+07:00 2026-08-20T11:31:16+07:00
Lopinavir
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Lopinavir

Oleh :
dr. Andreas Michael Sihombing
Share To Social Media:

Formulasi lopinavir tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan larutan, yang dikonsumsi per oral. Di pasaran, lopinavir hanya ada dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir.[3,7]

Bentuk Sediaan

Di Indonesia, lopinavir hanya tersedia dalam bentuk tablet selaput salut, yang dikombinasikan dengan ritonavir. Sediaan yang ada adalah:

  • Tablet lopinavir/ritonavir 100 mg/25 mg

  • Tablet lopinavir/ritonavir 200 mg/50 mg.[7]

Di luar negeri, lopinavir ada yang dalam bentuk larutan oral, dengan kekuatan lopinavir 80 mg dan ritonavir 20 mg dalam 1 mL.[3]

Cara Mengonsumsi

Cara mengonsumsi tablet lopinavir/ritonavir adalah ditelan utuh, di mana tablet tidak boleh dikunyah, dipecahkan, atau dipatahkan. Tablet dapat diminum sesudah makan atau dalam kondisi puasa.

Lopinavir/ritonavir dalam bentuk larutan oral dan kapsul disarankan untuk diminum setelah makan, oleh karena bioavailabilitasnya berkurang pada pemberian dalam kondisi puasa.[3]

Cara Penyimpanan

Lopinavir tablet harus disimpan pada kemasan aslinya, pada tempat tertutup yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak, dengan temperatur ruangan 20‒25℃. Jauhkan dari sinar matahari, panas, dan lingkungan lembap.

Lopinavir sirup idealnya disimpan dalam suhu 2–8°C. Jika disimpan dalam suhu ruang, maka obat harus digunakan dalam 2 bulan.[3]

Kombinasi dengan Obat Lain

Lopinavir hanya tersedia dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir. Hal ini karena lopinavir mengalami metabolisme secara cepat dan ekstensif oleh CYP3A4, sehingga efek ritonavir diperlukan untuk menginhibisi kerja CYP3A4. Kombinasi ini akan meningkatkan bioavailabilitas lopinavir.

Dalam pedoman klinis, lopinavir juga dianjurkan digunakan bersama antiretroviral lain untuk penanganan HIV. Contohnya kombinasi lopinavir dengan ritonavir, tenofovir, lamivudine, dan emtricitabine.[1-4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Gandhi RT, Landovitz RJ, Sax PE, et al. Antiretroviral Drugs for Treatment and Prevention of HIV in Adults: 2024 Recommendations of the International Antiviral Society-USA Panel. JAMA. 2025 Feb 18;333(7):609-628. doi: 10.1001/jama.2024.24543.
2. Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents. Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in Adults and Adolescents with HIV. Department of Health and Human Services. Year. 2024. https://clinicalinfo.hiv.gov/en/guidelines/adult-and-adolescent-arv
3. ASHP. Lopinavir and Ritonavir (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/lopinavir-and-ritonavir.html
4. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 92727, Lopinavir. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Lopinavir.
7. BPOM. Cek BPOM. 2026. https://cekbpom.pom.go.id/all-produk?query=lopinavir

Farmakologi Lopinavir
Indikasi dan Dosis Lopinavir

Artikel Terkait

  • Penanganan TB-HIV
    Penanganan TB-HIV
  • Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
    Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat
  • Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
    Mencegah dan Mengatasi Needle Stick Injury
  • Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
    Rekomendasi Pemeriksaan HIV Menurut WHO
  • Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS
    Manifestasi Penyakit Kulit pada Pasien HIV/AIDS

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 15 Desember 2025, 07:42
Akurasi tes rapid HIV
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter, selamat sore. izin tanya, pasien saya datang untuk cek rapid anti hiv karena melakukan tindakan beresiko 2 thn yll, setelahnya dia sudah tobat...
Anonymous
Dibalas 28 Mei 2025, 20:49
HIV AIDS IO TB PARU, apa terapi yang tepat yang dapat diberikan?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, saya memiliki pasien B20+TB Paru, dengan sesak napas, batuk 1 bulan, keluhan lain sakit kepala, teriak2 dan tidak bisa diajak berkomunikasi....
Anonymous
Dibalas 27 Mei 2025, 12:30
Tes HIV Non Reaktif , 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, Izin bertanya dok, pasien melakukan Tes HIV dengan hasil Non Reaktif , di 5 bulan pasca berhubungan apakah sudah akurat ? Dan apakah perlu...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.