Formulasi Lopinavir
Formulasi lopinavir tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan larutan, yang dikonsumsi per oral. Di pasaran, lopinavir hanya ada dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir.[3,7]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, lopinavir hanya tersedia dalam bentuk tablet selaput salut, yang dikombinasikan dengan ritonavir. Sediaan yang ada adalah:
- Tablet lopinavir/ritonavir 100 mg/25 mg
- Tablet lopinavir/ritonavir 200 mg/50 mg.[7]
Di luar negeri, lopinavir ada yang dalam bentuk larutan oral, dengan kekuatan lopinavir 80 mg dan ritonavir 20 mg dalam 1 mL.[3]
Cara Mengonsumsi
Cara mengonsumsi tablet lopinavir/ritonavir adalah ditelan utuh, di mana tablet tidak boleh dikunyah, dipecahkan, atau dipatahkan. Tablet dapat diminum sesudah makan atau dalam kondisi puasa.
Lopinavir/ritonavir dalam bentuk larutan oral dan kapsul disarankan untuk diminum setelah makan, oleh karena bioavailabilitasnya berkurang pada pemberian dalam kondisi puasa.[3]
Cara Penyimpanan
Lopinavir tablet harus disimpan pada kemasan aslinya, pada tempat tertutup yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak, dengan temperatur ruangan 20‒25℃. Jauhkan dari sinar matahari, panas, dan lingkungan lembap.
Lopinavir sirup idealnya disimpan dalam suhu 2–8°C. Jika disimpan dalam suhu ruang, maka obat harus digunakan dalam 2 bulan.[3]
Kombinasi dengan Obat Lain
Lopinavir hanya tersedia dalam bentuk kombinasi dengan ritonavir. Hal ini karena lopinavir mengalami metabolisme secara cepat dan ekstensif oleh CYP3A4, sehingga efek ritonavir diperlukan untuk menginhibisi kerja CYP3A4. Kombinasi ini akan meningkatkan bioavailabilitas lopinavir.
Dalam pedoman klinis, lopinavir juga dianjurkan digunakan bersama antiretroviral lain untuk penanganan HIV. Contohnya kombinasi lopinavir dengan ritonavir, tenofovir, lamivudine, dan emtricitabine.[1-4]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha