Formulasi Pentoxifylline
Formulasi pentoxifilin atau pentoxifylline adalah bubuk kristal berwarna putih, mudah larut dalam kloroform dan metanol. Di pasaran, pentoxifylline tersedia dalam bentuk kaplet atau tablet salut gula dan ampul. Penggunaan bisa dilakukan secara oral atau injeksi intravena.[1,6,9]
Bentuk Sediaan
Terdapat dua sediaan pentoxifylline di Indonesia, yaitu:
- Tablet atau kaplet salut gula 400 mg, baik dalam bentuk lepas cepat atau extended release
- Cairan injeksi 5 mL dengan komposisi 20 mg/mL.[6]
Penggunaan sediaan extended release bertujuan meminimalisasi efek samping saluran cerna. Cairan injeksi dalam sediaan ampul dengan pelarut natrium klorida dan cairan injeksi.[4,9,10]
Cara Penggunaan
Pentoxifylline sediaan tablet sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan, untuk mencegah efek samping gastrointestinal. Pemberiaan makanan sebelum konsumsi pentoxifylline sediaan oral dapat memperlambat penyerapan obat namun tidak mengurangi dosis efektif.[1,7]
Pentoxifylline injeksi umumnya diberikan secara intravena dalam bentuk infus lambat. Sediaan diencerkan terlebih dahulu dalam 100–500 mL cairan infus, seperti larutan NaCl 0,9% atau Ringer laktat. Dalam hal kecepatan pemberian infus, setiap 100 mg obat perlu diberikan tidak lebih cepat dari 60 menit.[9]
Cara Penyimpanan
Sediaan tablet dianjurkan disimpan dalam rentang suhu 15-30°C, dalam kemasan yang rapat dan terlindung dari cahaya. Sementara itu, sediaan injeksi harus disimpan pada suhu di bawah 30°C.[1,9]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha