Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Pentoxifylline general_alomedika 2026-08-29T17:06:56+07:00 2026-08-29T17:06:56+07:00
Pentoxifylline
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Pentoxifylline

Oleh :
dr.Dina Fauziah
Share To Social Media:

Penggunaan pentoxifilin atau pentoxifylline pada kehamilan tidak dianjurkan, karena obat ini masuk dalam kategori C menurut FDA. Pada ibu menyusui, pentoxifylline diketahui dapat dikeluarkan ke ASI, tetapi kadarnya dianggap relatif kecil.[1,8]

Penggunaan pada Kehamilan

Pemberian pentoxifylline pada kehamilan termasuk kategori C menurut FDA, di mana studi pada binatang percobaan ditemukan efek samping pada janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.[1]

Menurut TGA, pentoxifylline masuk kategori B1. Ini berarti obat telah diberikan pada wanita hamil atau wanita usia subur, dan tidak ditemukan peningkatan kejadian malformasi janin. Karena itu penggunaan pada kehamilan harus dengan bijaksana, dapat diberikan hanya bila manfaat lebih tinggi daripada risiko dan terbukti bahwa obat ini tidak berbahaya untuk ibu menyusui.[8]

Data mengenai keamanan pentoxifylline pada kehamilan masih terbatas. Studi pada hewan menunjukkan bahwa pentoxifylline dapat melewati plasenta, tetapi bukti mengenai efeknya pada janin manusia masih belum tersedia. Oleh karena itu, penggunaan pentoxifylline selama kehamilan umumnya tidak direkomendasikan secara rutin dan hanya dipertimbangkan apabila manfaat yang diharapkan bagi ibu dinilai lebih besar daripada potensi risiko terhadap janin.

Jika penggunaan dianggap diperlukan, keputusan terapi sebaiknya dilakukan secara individual dengan mempertimbangkan kondisi klinis ibu, ketersediaan alternatif terapi yang lebih aman, serta pemantauan yang sesuai selama kehamilan.[5]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Pada praktik klinis, pentoxifylline digunakan untuk indikasi klaudikasio intermiten akibat penyakit arteri perifer oklusif kronis. Pada ibu menyusui, data yang tersedia menunjukkan bahwa pentoxifylline diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah yang relatif kecil.

Pada sebuah penelitian terhadap ibu menyusui yang menerima pentoxifylline lepas lambat 400 mg oral, jumlah pentoxifylline dan metabolit aktif yang diperkirakan diterima bayi melalui ASI hanya sekitar 2% dari dosis ibu yang disesuaikan terhadap berat badan, suatu paparan yang umumnya dianggap rendah. Berdasarkan data terbatas tersebut, pentoxifylline diperkirakan tidak menimbulkan efek samping bermakna pada bayi yang disusui.

Meski demikian, karena pengalaman klinis pada ibu menyusui masih terbatas, penggunaan pentoxifylline selama laktasi sebaiknya mempertimbangkan manfaat bagi ibu dan potensi risiko bagi bayi, dengan pemantauan terhadap kemungkinan gangguan makan, iritabilitas, atau efek yang tidak diharapkan pada bayi.[12]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Pentoxifylline. 2025. https://www.drugs.com/monograph/pentoxifylline.html
5. Annamaraju P, Patel P, Baradhi KM. Pentoxifylline. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559096/
8. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
12. Drugs and Lactation Database. Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Pentoxifylline. 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501382/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Pe...

Artikel Terkait

  • Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
    Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
  • Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
    Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
  • Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
    Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
  • Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
    Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
  • Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?
    Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
Dibuat 10 Agustus 2025, 14:38
Pemberian Acetyl Cysteine (antioksidan) dapat menurunkan progresivitas aterosklerosis
Oleh: dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
0 Balasan
ALO Dokter. Berikut saya lampirkan hasil penelitian saya terkait pemberian antioksidan (acetyl cysteine) terhadap kelompok tikus...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 29 Desember 2022, 16:17
Manfaat suplemen omega untuk pasien dengan skor kalsium tidak nol - Jantung Ask the Expert
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO dr. Farhanah SpJP(K), apakah ada manfaat suplemen omega dalam mencegah perburukan atherosklorosis koroner?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 09 Oktober 2022, 22:26
Pasien usia 48 tahun dengan tidak nyaman ketika berdiri maupun berjalan, kaki jadi dingin bila berdiri lama
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter, konsul pasien usia 48 tahun dengan keluhan rasa tidak nyaman bila berdiri, membaik bila duduk dan istirahat, memberat bila berjalan. Kaki pasien...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.