Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Alergi Makanan general_alomedika 2026-06-12T14:50:16+07:00 2026-06-12T14:50:16+07:00
Alergi Makanan
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Alergi Makanan

Oleh :
dr. Paulina Livia Tandijono
Share To Social Media:

Data epidemiologi menunjukkan bahwa alergi makanan memengaruhi sekitar 10% individu di seluruh dunia. Anak-anak lebih sering mengalami alergi makanan daripada orang dewasa. Alergi makanan yang paling sering dijumpai adalah terhadap susu sapi, yaitu sekitar 2,5%.[14]

Global

Alergi makanan merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi. Prevalensi alergi makanan secara global diperkirakan mencapai 10%, dan terus meningkat dalam 2–3 dekade terakhir.

Prevalensi alergi makanan sesungguhnya sulit untuk diketahui secara pasti, sebab baku emas pemeriksaan alergi makanan adalah dengan controlled food challenge, yang hanya dapat dikerjakan pada pusat kesehatan khusus. Makanan tersering yang menyebabkan alergi berat, antara lain kacang tanah, kacang pohon (tree nuts), ikan, makanan laut bercangkang, seafood, telur, susu, gandum, kedelai, dan biji-bijian.[14]

Anak-anak lebih sering mengalami alergi makanan dibandingkan orang dewasa. Angka kejadian alergi makanan pada bayi dilaporkan sebesar 2,8%, sedangkan pada anak usia 1-2 tahun adalah 10%. Pada remaja usia 14-17 tahun dilaporkan sebesar 7,1%.[2]

Indonesia

Data epidemiologi nasional mengenai angka kejadian alergi makanan di Indonesia belum tersedia. Namun, sebuah studi epidemiologi di Surabaya mendapatkan prevalensi atopik pada anak-anak usia sekolah sebesar 61%.[16]

Riwayat atopik, terutama dermatitis atopik merupakan faktor risiko terjadinya alergi. Hal ini diakibatkan oleh gangguan fungsi sawar kulit pada penderita dermatitis atopik. Alergen makanan yang masuk melalui kulit yang luka atau digaruk dapat menyebabkan gangguan toleransi makanan di saluran pencernaan.[14,16]

Mortalitas

Alergi makanan dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas melalui reaksi imun yang berlebihan terhadap protein makanan tertentu, yang paling berat berupa anafilaksis, yaitu reaksi alergi sistemik cepat yang dapat menimbulkan bronkospasme, penurunan tekanan darah, syok, hingga kematian bila tidak segera ditangani dengan epinefrin.

Selain risiko kematian akut, alergi makanan juga menyebabkan morbiditas jangka panjang berupa gangguan nutrisi jika dilakukan pembatasan makanan yang terlalu ketat. Kondisi alergi makanan juga berkaitan erat dengan dermatitis atopik dan asma.

Pasien juga bisa mengalami gangguan kualitas hidup karena kecemasan terhadap pajanan makanan, serta mengalami peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap akibat reaksi alergi berulang.[1,2,5,8]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Calvani M, Anania C, Caffarelli C, et al. Food allergy: an updated review on pathogenesis, diagnosis, prevention and management. Acta Biomed. 2020 Sep 15;91(11-S):e2020012. doi: 10.23750/abm.v91i11-S.10316.
2. Sicherer SH, Warren CM, Dant C, Gupta RS, Nadeau KC. Food Allergy from Infancy Through Adulthood. J Allergy Clin Immunol Pract. 2020 Jun;8(6):1854-1864. doi: 10.1016/j.jaip.2020.02.010.
5. Secord EA. Food Allergies. Medscape. 2026. https://emedicine.medscape.com/article/135959-overview#a5
8. Iglesia EGA, Kwan M, Virkud YV, Iweala OI. Management of Food Allergies and Food-Related Anaphylaxis. JAMA. 2024 Feb 13;331(6):510-521. doi: 10.1001/jama.2023.26857.
14. Renz H, Allen KJ, Sicherer SH, Sampson HA, Lack G, Beyer K, Oettgen HC. Food allergy. Nat Rev Dis Primers. 2018 Jan 4;4:17098. doi: 10.1038/nrdp.2017.98
16. Soegiarto G, Abdullah MS, Damayanti LA, Suseno A, Effendi C. The prevalence of allergic diseases in school children of metropolitan city in Indonesia shows a similar pattern to that of developed countries. Asia Pac Allergy. 2019 Apr 20;9(2):e17. doi: 10.5415/apallergy.2019.9.e17

Etiologi Alergi Makanan
Diagnosis Alergi Makanan

Artikel Terkait

  • Peran Formula Hidrolisat Parsial terhadap Pencegahan Alergi pada Anak
    Peran Formula Hidrolisat Parsial terhadap Pencegahan Alergi pada Anak
  • Pengaruh Sectio Caesarea Terhadap Prevalensi Alergi Anak
    Pengaruh Sectio Caesarea Terhadap Prevalensi Alergi Anak
  • Efek Berbahaya MSG bagi Kesehatan
    Efek Berbahaya MSG bagi Kesehatan
  • Membedakan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan
    Membedakan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan
  • Early Peanut Introduction
    Early Peanut Introduction

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Romzan Alfiriza Robby
Dibalas 19 Januari 2026, 07:39
Lambung Sering Perih? Bisa Jadi Bukan Asamnya
Oleh: dr.Romzan Alfiriza Robby
3 Balasan
ALO Dokter!Banyak orang kira sakit lambung itu karena asamnya tinggi. Padahal seringnya bukan itu.Masalahnya ada di dinding lambung yang sudah tipis dan...
Anonymous
Dibalas 01 April 2024, 08:11
Bagaimana prosedur desensitisasi alergi makanan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Untuk pasien alergi makanan, bagaimana prosedur desensitisasi yang bisa dilakukan sendiri dan relatif tidak beresiko tinggi?Saya ada pasien yang alergi nya...
Anonymous
Dibalas 25 Mei 2023, 11:05
Pemeriksaan IgG food sensitivity
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodokter, izin bertanya. Wanita muda dengan keluhan muncul jerawat dan gangguan pencernaan seperti bab cair setelah konsumsi keju atau susu. Pasien ini...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.