Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Syok Kardiogenik general_alomedika 2026-08-03T15:26:12+07:00 2026-08-03T15:26:12+07:00
Syok Kardiogenik
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Syok Kardiogenik

Oleh :
dr. Mia Amelia Mutiara Salikim
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan pada syok kardiogenik perlu mencakup tanda dan gejala awal infark miokard, serta pentingnya modifikasi faktor risiko kardiometabolik, seperti obesitas dan diabetes mellitus sangat diperlukan. Hal ini dilakukan terutama untuk mencegah terjadinya infark miokard akut yang merupakan penyebab terbanyak syok kardiogenik dengan angka mortalitas yang tinggi.[3,7,21,53,54]

Edukasi Pasien

Edukasi kepada pasien dan keluarga perlu menekankan bahwa syok kardiogenik merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan organ tubuh. Pasien dan keluarga perlu memahami penyebab yang mendasari, seperti infark miokard akut, gagal jantung, atau gangguan katup jantung.

Jelaskan pentingnya penanganan segera untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah komplikasi serius. Selain itu, perlu dijelaskan mengenai prosedur diagnostik dan terapi yang mungkin diperlukan, termasuk penggunaan obat-obatan vasoaktif, tindakan reperfusi koroner, alat bantu sirkulasi mekanis, atau perawatan intensif. Pasien juga mungkin memerlukan pemasangan nasogastric tube (NGT), kateter urin, dan intubasi.

Setelah kondisi stabil, edukasi difokuskan pada pencegahan kekambuhan dan pengendalian faktor risiko kardiovaskular. Pasien perlu didorong untuk mematuhi pengobatan yang diresepkan, menjalani kontrol rutin, menerapkan pola makan sehat, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, berolahraga sesuai anjuran dokter, serta mengendalikan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia.

Pasien juga perlu mengenali tanda perburukan, seperti sesak napas yang semakin berat, nyeri dada, pembengkakan tungkai, penurunan jumlah urin, atau penurunan kesadaran, sehingga dapat segera mencari pertolongan medis apabila gejala tersebut muncul.[1-4,12,21]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit untuk syok kardiogenik dilakukan dengan mempromosikan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan faktor risiko terbesar untuk syok kardiogenik.

Pencegahan penyakit tidak menular (PTM) meliputi kontrol diet dan berat badan ideal, olah raga teratur, dan tidak merokok. Pola diet yang buruk dan aktivitas fisik yang kurang, merupakan kontributor utama dari seluruh penyebab morbiditas dan mortalitas kardiometabolik.[3,4]

Diet

Diet yang disarankan untuk mencegah PTM yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular penyebab syok kardiogenik adalah diet tinggi serat dan rendah lemak jenuh. Sayuran hijau dan buah-buahan, serta membatasi konsumsi garam dan gula merupakan salah satu kunci diet untuk mencegah terjadinya syok kardiogenik.

Selain itu, pembatasan konsumsi alkohol juga harus dilakukan. Pada laki-laki, konsumsi alkohol dibatasi sebanyak 2 unit per hari. Sementara itu, pada perempuan, disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol sebanyak 1 unit per hari. Satu unit alkohol setara dengan 10 ml alkohol murni (misalnya 1 gelas anggur, ½ pint of beer).[4,53]

Berat Badan Ideal

Berat badan ideal yang disarankan pada pasien adalah sesuai indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Nilai IMT dapat menilai adanya overweight dan obesitas, namun terkadang nilai IMT ini kurang representatif untuk menilai status gizi. Maka dari itu, pemeriksaan lingkar pinggang diperlukan.[4]

Aktivitas Fisik

Orang dewasa direkomendasikan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang minimal 30 menit per minggu. Olahraga yang dapat dilakukan antara lain seperti jalan dan bersepeda.[4,54]

Merokok

Edukasi untuk berhenti merokok sangat penting, terutama pada mereka yang sudah memiliki penyakit komorbid. Pada keadaan ini, pasien perlu dirujuk untuk melakukan cognitive behavioral therapy (CBT) dan dukungan psikologis untuk berhenti merokok.[4]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Yenna Tasia

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Tehrani BN, Truesdell AG, Psotka MA, Rosner C, Singh R, Sinha SS, et al. A Standardized and Comprehensive Approach to the Management of Cardiogenic Shock. JACC Heart Fail. 2020;8:879–91.
2. Vahdatpour C, Collins D, Goldberg S. Cardiogenic Shock. J. Am. Heart Assoc. 2019;8:e011991.
3. Sinha, S, Morrow, D, Kapur, N. et al. 2025 Concise Clinical Guidance: An ACC Expert Consensus Statement on the Evaluation and Management of Cardiogenic Shock: A Report of the American College of Cardiology Solution Set Oversight Committee. JACC. 2025 Apr, 85 (16) 1618–1641. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2025.02.018
4. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure: Developed by the Task Force for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure of the European Society of Cardiology (ESC) With the special contribution of the Heart Failure Association (HFA) of the ESC. Eur. Heart J. 2021;42:3599–726
7. Ostadal P, Belohlavek J. What is cardiogenic shock? New clinical criteria urgently needed. Curr Opin Crit Care. 2024 Aug 1;30(4):319-323. doi: 10.1097/MCC.0000000000001172.
12. Kosaraju A, Pendela VS, Hai O. Cardiogenic Shock. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026.
21. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Pedoman Tata laksana Sindrom Koroner Akut. Edisi ketiga, tahun 2020
53. Lichtenstein AH, Khera A, Anderson CAM, Appel LJ, DeSilva DM, Gardner C, Hu FB, Jones DW, Petersen KS; American Heart Association. 2026 Dietary Guidance to Improve Cardiovascular Health: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2026 Mar 31. doi: 10.1161/CIR.0000000000001435
54. Yang YS, Ku EJ, Ko SH, et al; Committee of Clinical Practice Guideline; Korean Society of Cardio-cerebrovascular Disease Prevention. Physical activity for prevention of cardiovascular disease: consensus statement of Korean Society of Cardio-cerebrovascular Disease Prevention. Korean J Intern Med. 2025 Sep;40(5):696-709. doi: 10.3904/kjim.2025.206.

Prognosis Syok Kardiogenik

Artikel Terkait

  • Milrinone VS Dobutamin dalam Tata Laksana Syok Kardiogenik – Telaah Jurnal Alomedika
    Milrinone VS Dobutamin dalam Tata Laksana Syok Kardiogenik – Telaah Jurnal Alomedika
  • Red Flag Pingsan
    Red Flag Pingsan
  • Evaluasi Hemodinamik dengan Kardiometri Elektrik untuk Penanganan Syok yang Lebih Baik
    Evaluasi Hemodinamik dengan Kardiometri Elektrik untuk Penanganan Syok yang Lebih Baik
Diskusi Terkait
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 01 Juli 2026, 11:33
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Syok Kardiogenik: Kenali, Stabilkan, dan Selamatkan
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar: https://alomedika.com/ecourse/syok-kardiogenik-kenali-stabilkan-dan-selamatkanLink LMS:...
Anonymous
Dibalas 11 Juni 2021, 11:35
Pasien dengan syok kardiogenik tatalaksana apa yang dapat diberikan
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter izin kemarin saya mendapatkan pasien syok dok nadi tidak teraba , sesak 40, kaki bengkak di kedua tungkai , nyeri dada tengah lebih 10 menit....
Anonymous
Dibalas 16 Maret 2021, 08:33
Penggunaan beta blocker pada UAP dengan multiple VES
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien datang dengan keluhan nyeri dada, sempat ada pingsan 2x, didahului dengan mual muntahDari pemeriksaan vital sign :TD : 80/54mmhgHR : 58-70x/menit,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.