Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Perdarahan Postpartum general_alomedika 2026-08-13T13:28:59+07:00 2026-08-13T13:28:59+07:00
Perdarahan Postpartum
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Perdarahan Postpartum

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan perdarahan postpartum atau postpartum hemorrhage (PPH) meliputi pengenalan tanda bahaya seperti perdarahan pervaginam, keluarnya bekuan darah besar, pusing, lemas, serta pentingnya segera mencari pertolongan medis apabila gejala tersebut muncul. Promosi kesehatan difokuskan pada perawatan antenatal yang adekuat, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan postpartum.[1-3,5,7]

Edukasi Pasien

Edukasi pasien mengenai perdarahan postpartum (PPH) bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala perdarahan setelah persalinan. Pasien dan keluarga perlu diberi informasi bahwa perdarahan yang berlebihan, penggantian pembalut yang sangat sering, keluarnya bekuan darah berukuran besar, pusing, lemas, berdebar-debar, sesak napas, atau penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang memerlukan evaluasi medis segera.

Selain itu, pasien perlu memahami pentingnya kontrol pascapersalinan untuk memantau proses pemulihan dan mendeteksi komplikasi secara dini. Pasien juga perlu diedukasi mengenai langkah-langkah yang dapat mendukung pemulihan setelah mengalami PPH, seperti mengonsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi, mematuhi terapi suplemen zat besi atau obat yang diresepkan, serta beristirahat yang cukup.

Bagi pasien yang menjalani transfusi darah atau tindakan bedah, jelaskan mengenai kemungkinan efek samping dan tanda komplikasi yang harus diwaspadai. Dorong pula keterlibatan keluarga dalam mengenali gejala atau tanda bahaya dan membantu pasien memperoleh pertolongan medis secara cepat.[2,3,5,7]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Pencegahan dan pengendalian perdarahan postpartum dimulai dengan identifikasi faktor risiko sejak masa antenatal serta penerapan protokol standar selama persalinan dan periode pascapersalinan. Faktor risiko yang perlu dikenali antara lain riwayat PPH sebelumnya, gangguan koagulasi, plasenta akreta, multiparitas, riwayat operasi uterus, infeksi uterus, mioma uteri, dan kehamilan ganda.

Selain itu, optimalisasi kondisi ibu sebelum persalinan, terutama melalui deteksi dan penatalaksanaan anemia dengan suplementasi zat besi dan mikronutrien, merupakan langkah penting untuk meningkatkan cadangan hemoglobin dan mengurangi dampak kehilangan darah saat persalinan.[2,5,7]

Manajemen Aktif Kala III Persalinan

Strategi pencegahan yang paling efektif adalah manajemen aktif kala III persalinan. Tindakan ini meliputi pemberian uterotonika segera setelah bayi lahir, traksi tali pusat terkendali, dan pemantauan kontraksi uterus setelah plasenta lahir.

Oksitosin merupakan uterotonika lini pertama yang direkomendasikan dan dapat diberikan secara intramuskular atau intravena untuk merangsang kontraksi uterus sehingga mengurangi risiko perdarahan. Pada beberapa kondisi, oksitosin dapat dikombinasikan dengan ergometrin atau misoprostol, atau misoprostol dapat digunakan sebagai alternatif bila oksitosin tidak tersedia.

Traksi tali pusat terkendali membantu mencegah retensio plasenta, sedangkan pijatan fundus yang lembut setelah lahirnya plasenta dapat membantu mempertahankan kontraksi uterus dan pengeluaran bekuan darah.[2,5,7]

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Bienstock JL, Eke AC, Hueppchen NA. Postpartum Hemorrhage. N Engl J Med. 2021 Apr 29;384(17):1635-1645. doi: 10.1056/NEJMra1513247.
2. WHO. Consolidated guidelines for the prevention, diagnosis and treatment of postpartum haemorrhage. Geneva: World Health Organization; 2025. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/88bf11a5-93b6-4d6b-bdaa-856b46c8ed3c/content
3. Wormer KC, Jamil RT, Bryant SB. Acute Postpartum Hemorrhage. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499988/
5. American Family Physician. Management of Postpartum Hemorrhage: Recommendations From FIGO. American Family Physician. 2023;107(4):438-440.
7. Pflugner L. Postpartum Hemorrhage. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/275038-overview

Prognosis Perdarahan Postpartum

Artikel Terkait

  • Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
    Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
  • Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
    Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
  • Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
    Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
  • Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
    Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
  • Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika
    Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 04 Agustus 2026, 14:06
🚨Ikuti e-Course & Dapatkan SKP Gratis "Perdarahan Pascapersalinan: Dari Evidence ke Praktik, Mengapa Masih Gagal"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!🚨 Every Birth is at Risk! Don't Wait for Heavy Bleeding!Perdarahan pascapersalinan (PPH) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu....
Anonymous
Dibalas 01 Februari 2024, 18:45
Perdarahan postpartum karena SC
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, sya punya pasien di PKM, pasien mengalami perdarahan hingga anemi dok. Riwayat sebulan lalu post SC. Setelahnya dirujuk ke RS untuk ditranfusi. 2...
Anonymous
Dibalas 22 November 2023, 15:36
Kapan harus merujuk pasien post HPP dengan Hb rendah?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdiskusi..Bila hemoragic post partum sudah teratasi, keluhan pasien tidak ada, pusing (-), lemas (-), pengeluaran darah sudah normal...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.