Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum general_alomedika 2026-08-13T13:26:06+07:00 2026-08-13T13:26:06+07:00
Perdarahan Postpartum
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Penatalaksanaan perdarahan postpartum atau postpartum hemorrhage (PPH) dilakukan secara cepat dan simultan melalui stabilisasi hemodinamik, transfusi darah bila diperlukan, serta pemantauan kondisi pasien. Tata laksana selanjutnya difokuskan pada penyebab perdarahan, seperti pemberian uterotonika untuk atonia uteri, perbaikan laserasi jalan lahir, evakuasi sisa jaringan plasenta, atau koreksi gangguan koagulasi.[1-3,5,7,15,16]

Tata Laksana Umum

Tindakan awal untuk pasien perdarahan postpartum adalah penilaian dan penanganan kegawatdaruratan, termasuk tanda-tanda syok hipovolemik. Tata laksana umum meliputi:

  • Memberikan terapi oksigen

  • Memasang jalur intravena (IV) dengan jarum besar (ukuran 16 G atau 18 G), untuk resusitasi cairan dengan cairan kristaloid atau normal salin. Carian dapat diberikan secara bolus jika terdapat syok hipovolemik
  • Memeriksa golongan darah crossmatch dan darah lengkap, untuk persiapan transfusi sesuai protokol. Transfusi darah diberikan apabila Hb <8 g/dL atau secara klinis menunjukkan tanda-tanda anemia berat

  • Memasang kateter urin untuk memantau urine output

  • Memantau tanda-tanda vital secara terus menerus
  • Menentukan penyebab atau sumber perdarahan, untuk menentukan tata laksana khusus.[1-3,5,7]

Tata Laksana Khusus

Penatalaksanaan khusus diberikan sesuai dengan penyebab perdarahan postpartum, yakni mnemonic 4T (tonus, tissue, trauma, thrombin).[5,7]

Tonus

Pada gangguan tonus, pemijatan uterus dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki tonus dan menghentikan perdarahan.  Selain itu, dapat diberikan obat-obat uterotonika yang merangsang kontraksi uterus, seperti:

  • Oksitosin: berfungsi untuk menstimulasi segmen atas dari miometrium agar dapat berkontraksi dengan teratur, dan dapat menimbulkan konstriksi arteri-arteri spiral serta menurunkan aliran darah ke uterus. Dosis yang direkomendasikan adalah 20‒40 IU dalam 1 liter normal salin, diberikan IV sebanyak 500 mL dalam 10 menit, kemudian selanjutnya 250 mL setiap jam

  • Misoprostol: bekerja dengan menginduksi kontraksi uterus secara menyeluruh. Dosis yang direkomendasikan adalah 800‒1000 μg per rektal, atau 600‒800 μg per sublingual/peroral. Misoprostol digunakan hanya jika tidak tersedia oksitosin.[1-3,5,7,15]

Trauma

Pada keadaan trauma, misalnya laserasi jalan lahir, harus dilakukan penjahitan laserasi secara kontinu. Sedangkan pada inversio uteri dapat dilakukan reposisi uterus.[2,3,5,7,15]

Tissue

Pada keadaan retensio plasenta, dilakukan manual plasenta dengan hati-hati. Sedangkan pada sisa bekuan darah, dilakukan eksplorasi digital atau aspirasi vakum manual untuk mengeluarkan bekuan darah atau jaringan sisa.[2,3,5,7,15]

Thrombin

Pada kondisi gangguan faktor pembekuan darah, dapat diberikan transfusi darah lengkap untuk menggantikan faktor pembekuan darah dan sel darah merah. Selain itu, dapat juga diberikan asam traneksamat dengan dosis 1 gram. Dosis asam traneksamat dapat diulang jika perdarahan berlangsung >30 menit.[2,3,5,7,15]

Asam Traneksamat

Asam traneksamat bekerja menghambat fibrinolisis sehingga membantu mempertahankan bekuan darah yang telah terbentuk. Penggunaan asam traneksamat terbukti dapat menurunkan mortalitas akibat PPH hingga sekitar 30% dan dianjurkan pada semua wanita dengan kehilangan darah ≥500 mL setelah persalinan pervaginam atau ≥1000 mL setelah sectio caesarea.

Asam traneksamat diberikan secara intravena dengan dosis 1 gram selama 10 menit dalam waktu maksimal 3 jam setelah persalinan, dan dapat diulang satu kali apabila perdarahan masih berlanjut setelah 30 menit.[5]

Intervensi Nonbedah

Uterine balloon tamponade dilakukan dengan memasukkan balon ke dalam kavum uteri dan mengisinya dengan cairan saline untuk memberikan tekanan langsung pada sumber perdarahan. Selain berfungsi sebagai terapi, metode ini juga memiliki nilai diagnostik karena berhentinya perdarahan menunjukkan bahwa sumber perdarahan berasal dari dalam uterus.

Penggunaan uterine balloon tamponade direkomendasikan pada perdarahan yang refrakter terhadap uterotonika dan asam traneksamat, dengan hasil yang sangat baik bila dilakukan sebelum pasien mengalami syok berat.

Pilihan nonbedah lain adalah nonpneumatic antishock garment (NASG), yaitu perangkat berbahan neoprena yang membungkus dan memberikan kompresi pada tubuh bagian bawah untuk meningkatkan aliran darah ke organ vital.

Alat ini digunakan sebagai tindakan stabilisasi sementara sebelum dilakukan terapi definitif, transfusi darah, atau rujukan. Penggunaan NASG menurunkan angka kematian maternal hingga hampir 50% dan bermanfaat terutama pada kondisi dengan keterbatasan sumber daya.[5]

Pembedahan

Bila terapi konservatif gagal menghentikan perdarahan, maka diperlukan penatalaksanaan bedah. Embolisasi arteri uterina merupakan pilihan yang efektif dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90% dan berpotensi mempertahankan fertilitas di masa depan.

Alternatif lainnya meliputi jahitan kompresi uterus yang memiliki tingkat keberhasilan sekitar 92%, ligasi sementara arteri uterina atau ligasi arteri iliaka interna bilateral, serta histerektomi peripartum sebagai terapi definitif pada kasus yang mengancam jiwa.

Pada pasien dengan perdarahan masif dan kondisi sangat kritis, dapat dilakukan damage control resuscitation, yaitu kombinasi resusitasi menggunakan produk darah dan tindakan bedah sementara untuk mengendalikan perdarahan hingga kondisi pasien lebih stabil.[5]

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Bienstock JL, Eke AC, Hueppchen NA. Postpartum Hemorrhage. N Engl J Med. 2021 Apr 29;384(17):1635-1645. doi: 10.1056/NEJMra1513247.
2. WHO. Consolidated guidelines for the prevention, diagnosis and treatment of postpartum haemorrhage. Geneva: World Health Organization; 2025. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/88bf11a5-93b6-4d6b-bdaa-856b46c8ed3c/content
3. Wormer KC, Jamil RT, Bryant SB. Acute Postpartum Hemorrhage. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499988/
5. American Family Physician. Management of Postpartum Hemorrhage: Recommendations From FIGO. American Family Physician. 2023;107(4):438-440.
7. Pflugner L. Postpartum Hemorrhage. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/275038-overview
15. Escobar MF, Nassa AH, Theron G, et al. FIGO recommendations on the management of postpartum hemorrhage 2022. Int J Gynecol Obstet. 2022;157(Suppl. 1):3–50.
16. Gallos I, Devall A, Martin J, et al. Randomized Trial of Early Detection and Treatment of Postpartum Hemorrhage. N Engl J Med. 2023 Jul 6;389(1):11-21. doi: 10.1056/NEJMoa2303966.

Diagnosis Perdarahan Postpartum
Prognosis Perdarahan Postpartum

Artikel Terkait

  • Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
    Efektivitas dan Keamanan Asam Traneksamat Untuk Perdarahan Post Partum
  • Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
    Oxytocin Intravena Vs Intramuskular sebagai Profilaksis Perdarahan Postpartum
  • Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
    Misoprostol Sublingual Preoperatif VS Post Operatif untuk Pencegahan Perdarahan Postpartum Sectio Caesarea – Telaah Jurnal Alomedika
  • Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
    Skar Sectio Caesarea Berisiko Tinggi Menyebabkan Plasenta Akreta
  • Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika
    Deteksi Dini dan Tata Laksana Perdarahan Postpartum – Telaah Jurnal Alomedika

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 04 Agustus 2026, 14:06
🚨Ikuti e-Course & Dapatkan SKP Gratis "Perdarahan Pascapersalinan: Dari Evidence ke Praktik, Mengapa Masih Gagal"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!🚨 Every Birth is at Risk! Don't Wait for Heavy Bleeding!Perdarahan pascapersalinan (PPH) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu....
Anonymous
Dibalas 01 Februari 2024, 18:45
Perdarahan postpartum karena SC
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, sya punya pasien di PKM, pasien mengalami perdarahan hingga anemi dok. Riwayat sebulan lalu post SC. Setelahnya dirujuk ke RS untuk ditranfusi. 2...
Anonymous
Dibalas 22 November 2023, 15:36
Kapan harus merujuk pasien post HPP dengan Hb rendah?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdiskusi..Bila hemoragic post partum sudah teratasi, keluhan pasien tidak ada, pusing (-), lemas (-), pengeluaran darah sudah normal...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.