Pendahuluan Memantine
Memantine adalah obat untuk demensia, yang digunakan pada penyakit Alzheimer derajat sedang hingga berat. Memantine bekerja sebagai antagonis reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA). Melalui ikatan obat dengan kanal kation reseptor NMDA, terjadi hambatan eksitasi reseptor oleh asam amino glutamat.
Reseptor NMDA memiliki peranan penting untuk proses belajar dan ingatan. Aktivasi yang berlebihan terhadap reseptor NMDA menyebabkan kerusakan atau hilangnya neuron, menyebabkan kelainan neurologis akut atau kronik, termasuk demensia. Selain itu memantine dapat digunakan off label untuk autisme.
Memantine hanya memiliki afinitas yang rendah atau dapat diabaikan terhadap reseptor lain, seperti GABA, benzodiazepine, dopamine, dan glysin. Memantine juga tidak secara langsung mempengaruhi reseptor asetilkolin atau transmisi kolinergik. Memantine dapat diberikan tunggal atau bersama dengan obat penghambat kolinesterase, seperti donepezil, galantamine, dan rivastigmine.[1-3]
Di Indonesia, memantine tersedia dalam merek dagang Abixa®, Nemdatine®, dan Pertam®.[7]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Memantine
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Obat sistem saraf pusat[3] |
| Subkelas | - |
| Akses | Resep[3] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: B Kategori TGA: B2[2,5] |
| Wanita menyusui | Tidak diketahui apakah diekskresikan ke ASI[3] |
| Anak-anak | Efikasi dan keamanan tidak diketahui[3] |
| FDA | Approved.3] |