Efek Samping dan Interaksi Obat Memantine
Efek samping memantine yang paling sering terjadi adalah pusing, sakit kepala, diare, dan konstipasi. Interaksi obat bisa terjadi dengan amantadine dan inhibitor karbonik anhidrase.[1-3]
Efek Samping
Efek samping umum dari memantine adalah pusing, nyeri kepala, konfusi, dan konstipasi. Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah rasa lelah, nyeri, hipertensi, penambahan berat badan, halusinasi, kebingungan, perilaku agresif, muntah, nyeri perut, dan inkontinensia urin.
Efek samping lain yang lebih jarang terjadi adalah:
- Neurologi: gangguan berjalan, infark cerebri, kejadian serebrovaskuler, perdarahan intrakranial, kejang, somnolen, tardive dyskinesia, sindroma neuroleptik maligna
- Kardiovaskuler: bradiaritmia, gagal jantung, infark miokard, edema perifer, sinkop, takikardia.
- Gastrointestinal: kehilangan nafsu makan, nausea
- Ginjal: gagal ginjal akut, infeksi saluran kemih
- Pernapasan: bronkitis, pneumonia, infeksi saluran napas atas.
- Dermatologi: ruam kulit, sindrom Stevens-Johnson
- Muskuloskeletal: atralgia.[1-3]
Interaksi Obat
Interaksi obat dengan memantine bisa menyebabkan antagonis efek NMDA, seperti dengan amantadine, dextromethorphan, dan ketamine.
Selain itu, bisa terjadi penurunan klirens memantine karena alkalinasi urine, seperti interaksi dengan obat inhibitor karbonik anhidrase dan natrium bikarbonat.
Perubahan kadar dari kedua obat juga bisa terjadi jika memantine digunakan dengan berbagai obat lain, seperti cimetidine, nikotin, quinidine, dan ranitidine.[1,2,12]