Indikasi dan Dosis Memantine
Indikasi memantine adalah untuk penanganan demensia, terutama pada penyakit Alzheimer. Obat ini juga digunakan secara off-label pada autisme. Dosis memantine biasanya dimulai dengan 5 mg, lalu bisa dinaikkan sesuai kebutuhan dan toleransi pasien.[1-3]
Demensia
Memantine digunakan untuk terapi demensia Alzheimer derajat sedang-berat. Penggunaan memantine pada Alzheimer ringan bersifat off-label, yang mana studi menunjukkan tidak terdapat keuntungan dari penggunaan memantine pada Alzheimer dengan gejala ringan.[1-3,8]
Berdasarkan konsensus ahli, memantine dapat dipertimbangkan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan inhibitor kolinesterase seperti donepezil. Kombinasi tetap memantine–donepezil juga tersedia untuk pasien yang telah stabil dengan donepezil 10 mg/hari. Penambahan memantine pada terapi inhibitor kolinesterase dapat memperlambat perburukan klinis dibandingkan monoterapi, tetapi besarnya efek relatif kecil dan signifikansi klinisnya terbatas.[3]
Dosis Dewasa
Dosis dimulai 5 mg per oral sekali sehari, kemudian ditingkatkan bertahap 5 mg/hari dengan interval minimal 1 minggu hingga dosis pemeliharaan 10 mg dua kali sehari (total 20 mg/hari), yang merupakan dosis efektif dalam uji klinis terkontrol.
Skema titrasi umumnya sebagai berikut:
- Dosis dimulai 5 mg/hari selama minggu pertama
- Ditingkatkan menjadi 10 mg/hari (5 mg dua kali sehari) selama minggu kedua
- Ditingkatkan menjadi 15 mg/hari (10 mg pagi, dan 5 mg sore) selama minggu ketiga
- Ditingkatkan lagi menjadi dosis pemeliharaan 20 mg/hari (10 mg dua kali sehari).
Pada gangguan ginjal berat, dosis maksimum tablet oral adalah 5 mg dua kali sehari.[3]
Indikasi Lainnya (Off Label)
Memantine telah dievaluasi sebagai terapi tambahan pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD), dengan rasional modulasi neurotransmisi glutamatergik melalui antagonisme reseptor NMDA. Namun, uji klinis terkontrol umumnya tidak menunjukkan perbaikan bermakna dibanding plasebo terhadap gejala inti ASD, sehingga penggunaannya tidak direkomendasikan secara rutin dalam praktik klinis.[3]
Beberapa studi meneliti penggunaan memantine untuk indikasi lain, tetapi basis buktinya masih belum adekuat. Dua meta analisis yang menilai penggunaan memantine sebagai tambahan pada terapi schizophrenia menunjukkan bahwa memantine menunjukkan efikasi dan keamanan yang baik untuk memperbaiki gejala negatif dan neurokognitif pada schizophrenia, namun tidak memperbaiki gejala positif.
Selain itu, meta analisis penggunaan memantine pada pasien depresi dengan rata-rata durasi studi 8,33 minggu menunjukkan bahwa memantine tidak efektif untuk gangguan depresi mayor dan bipolar.[9-11]