Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Memantine
Penggunaan memantine pada kehamilan masuk dalam Kategori B oleh FDA. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah memantine dikeluarkan ke ASI atau tidak.[3,5]
Penggunaan pada Kehamilan
FDA memasukkan memantine dalam kategori B. Ini berarti bahwa studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Menurut TGA, memantine masuk dalam kategori B2. Ini berarti bahwa obat hanya digunakan oleh sedikit wanita hamil dan wanita usia reproduktif tetapi tidak ada laporan peningkatan frekuensi malformasi atau efek merugikan langsung maupun tidak langsung pada janin. Studi pada binatang masih terbatas tetapi data yang ada tidak menunjukkan bukti peningkatan kerusakan janin.
Secara klinis, memantine digunakan untuk penanganan Alzheimer. Pada studi hewan tidak didapatkan bukti terjadi teratogenisitas hingga dosis tertinggi yang diujikan.
Meski demikian, terdapat toksisitas ringan yaitu penurunan berat badan anak hewan, dan peningkatan insidens nonosifikasi vertebra servikal pada beberapa hewan. Pengurangan berat badan fetus juga dilaporkan terjadi di hewan pada dosis serupa atau sedikit lebih tinggi dari dosis untuk manusia. Tidak terdapat data yang adekuat pada kehamilan manusia.[2,3,5]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Ekskresi memantine ke dalam air susu ibu dan pengaruh memantine pada bayi yang menyusu belum diketahui. Terdapat kemungkinan obat ini diekskresikan ke ASI karena sifat lipofiliknya. Jika memantine harus digunakan, pertimbangkan rasio manfaat dan risiko kesehatan pada ibu dan janin.[2,3,5]