Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome irfan 2026-05-19T13:35:25+07:00 2026-05-19T13:35:25+07:00
Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome

Oleh :
dr.Bedry Qintha
Share To Social Media:

Meskipun prognosis bisa cukup baik dengan terapi, polyendocrine metabolic ovarian syndrome atau PMOS, yang dahulu dikenal dengan istilah polycystic ovary syndrome/PCOS atau sindrom ovarium polikistik, membawa risiko komplikasi seperti infertilitas dan penyakit kardiometabolik.

Pasien PMOS mengalami peningkatan risiko terhadap diabetes, dislipidemia, hipertensi, infark miokard dan stroke karena penyakit ini bukan penyakit reproduktif saja, melainkan melibatkan multisistem, termasuk sistem endokrin dan metabolik.[1-3]

Komplikasi

Resistensi insulin kronis pada PMOS menyebabkan hiperinsulinemia yang akhirnya meningkatkan risiko intoleransi glukosa, prediabetes, hingga diabetes melitus tipe 2. Selain itu, pasien PMOS sering mengalami dislipidemia yang dapat mempercepat proses aterosklerosis.

Lebih lanjut, pada PMOS bisa terjadi obesitas sentral, hipertensi, inflamasi kronis derajat rendah, dan gangguan metabolik yang menyebabkan risiko sindrom metabolik serta penyakit kardiovaskular meningkat dibanding populasi umum. Pasien juga lebih rentan mengalami metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) yang dapat berkembang menjadi steatohepatitis, fibrosis, bahkan sirosis bila tidak ditangani.

Anovulasi pada PMOS menyebabkan infertilitas. Selain itu, pada wanita yang berhasil hamil, risiko komplikasi obstetri lebih tinggi, termasuk diabetes gestasional dan hipertensi dalam kehamilan. Selain itu, paparan estrogen kronis tanpa oposisi progesteron pada PMOS dapat meningkatkan risiko kanker endometrium.

PMOS juga sangat memengaruhi kualitas hidup pasien. Hiperandrogenisme pada PMOS menyebabkan hirsutisme, jerawat persisten, dan alopecia androgenik yang dapat mengganggu citra tubuh dan kepercayaan diri. Akibatnya, prevalensi depresi, kecemasan, gangguan makan, hingga gangguan tidur meningkat pada pasien PMOS. Sebagian pasien juga mengalami obstructive sleep apnea yang memperburuk resistensi insulin dan risiko kardiovaskular.[1-3,19]

Prognosis

Terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pasien PMOS mengalami peningkatan risiko infark miokard 2,5 kali lipat dan stroke 1,7 kali lipat. Lebih lanjut, risiko kejadian emboli paru meningkat 27%, deep vein thrombosis 30%, dan major adverse cardiovascular events 21% dibandingkan wanita tanpa PMOS.

Selain itu, 40% pasien PMOS memiliki resistensi insulin, terlepas dari indeks massa tubuh (IMT) normal atau meningkat. Ini akan meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi kardiometabolik.[19]

Penulisan pertama oleh: dr. Yelsi Khairani

Referensi

1. Teede HJ, Khomami MB, Morman R, et al; Global Name Change Consortium. Polyendocrine metabolic ovarian syndrome, the new name for polycystic ovary syndrome: a multistep global consensus process. Lancet. 2026 May 12:S0140-6736(26)00717-8. doi: 10.1016/S0140-6736(26)00717-8.
2. Teede HJ, Tay CT, Laven J, et al. International evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome 2023. Melbourne: Monash University; 2023. https://www.monash.edu/__data/assets/pdf_file/0003/3371133/PCOS-Guideline-Summary-2023.pdf
3. Geraci G, Riccio C, Oliva F, et al. Women with PCOS have a heightened risk of cardiometabolic and cardiovascular diseases: statement from the Experts Group on Inositol in Basic and Clinical Research and PCOS (EGOI-PCOS) and Italian Association of Hospital Cardiologists (ANMCO). Front Cardiovasc Med. 2025 Sep 2;12:1520490. doi: 10.3389/fcvm.2025.1520490.
19. Lucidi, RS. Polycystic Ovarian Syndrome. Medscape, 2026. https://emedicine.medscape.com/article/256806-overview

Penatalaksanaan Polyendocrine Me...
Edukasi dan Promosi Kesehatan Po...

Artikel Terkait

  • Rasionalisasi Pemberian Metformin pada Sindrom Ovarium Polikistik
    Rasionalisasi Pemberian Metformin pada Sindrom Ovarium Polikistik
  • Terapi Sindrom Ovarium Polikistik - Metformin vs Pil Kontrasepsi Oral
    Terapi Sindrom Ovarium Polikistik - Metformin vs Pil Kontrasepsi Oral
  • Manfaat Metformin dalam Program IVF pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik
    Manfaat Metformin dalam Program IVF pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik
  • Inositol sebagai Terapi Sindrom Ovarium Polikistik
    Inositol sebagai Terapi Sindrom Ovarium Polikistik
  • Pedoman Manajemen Sindrom Ovarium Polikistik – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Manajemen Sindrom Ovarium Polikistik – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 19 Mei 2026, 13:22
Perubahan dari PCOS ke PMOS, Bukan Sekadar Ganti Nama!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Telah resmi pada 12 Mei 2026, Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) berganti nama menjadi Sindrom Ovarium Metabolik Poliendokrin (PMOS). Perubahan ini...
Anonymous
Dibalas 27 Februari 2025, 09:51
Pemberian Supplement Myo-inositol untuk PCOS
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, ada pasien saya bertanya mengenai penggunaan suplemen inositol pada PCOS, apakah boleh ? Dan apabila sedang hamil apakah Suplemen inositolnya...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 11 Oktober 2024, 12:46
Penggunaan Pil Kontrasepsi Oral Kombinasi untuk Terapi PCOS!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
5 Balasan
ALO Dokter,Terapi PCOS harus menangani ketidakseimbangan hormon yang merupakan mekanisme utama terjadinya PCOS. Pemberian pil Kontrasepsi Oral Kombinasi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.