Patofisiologi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome
Patofisiologi polyendocrine metabolic ovarian syndrome atau PMOS, yang dulunya disebut polycystic ovary syndrome/PCOS atau sindrom ovarium polikistik, berpusat pada gangguan hormon dan resistensi insulin. Resistensi insulin menyebabkan hiperinsulinemia yang merangsang produksi androgen ovarium serta menurunkan kadar sex hormone-binding globulin (SHBG), sehingga kadar androgen bebas meningkat dan memicu gejala PMOS.[4-6]
Peran Resistensi Insulin pada PMOS
Resistensi insulin memiliki peran inti dalam patofisiologi PMOS dan menjadi penghubung antara gangguan reproduksi dan metabolik. Pada keadaan ini, jaringan perifer seperti otot, hati, dan jaringan adiposa mengalami penurunan respons terhadap insulin sehingga tubuh memerlukan kadar insulin lebih tinggi untuk mempertahankan homeostasis glukosa. Sebagai kompensasi, pankreas meningkatkan sekresi insulin sehingga terjadi hiperinsulinemia kronis.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)