Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Pneumonia Komunitas karyanti 2026-09-11T09:26:44+07:00 2026-09-11T09:26:44+07:00
Pneumonia Komunitas
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan E-Prescription Alomedika

Epidemiologi Pneumonia Komunitas

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Epidemiologi pneumonia komunitas atau community-acquired pneumonia (CAP) di seluruh dunia berkisar antara 1,5-14 kasus per 1000 penduduk. Di Indonesia, prevalensinya sekitar 2%. Pneumonia komunitas masih merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak berusia di bawah 5 tahun.[1,3,14]

Global

Secara global, diperkirakan insidensi pneumonia komunitas atau CAP berkisar antara 1,5 hingga 14 kasus per 1000 penduduk per tahun. Perbedaan angka insidensi ini dipengaruhi oleh faktor geografis, musim, dan karakteristik populasi. Di Amerika Serikat, angka insidensi pneumonia komunitas rata-rata adalah 24,8 kasus per 10000 orang dewasa.[3]

Di negara Asia tenggara seperti Filipina dan Malaysia, angka kejadian CAP pada pasien yang pulang dari rumah sakit adalah sekitar 1425 dan 99 kasus per 10000 orang. Di India, ditemukan 4 juta kasus CAP per tahun, dan 20% diantaranya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, angka perawatan di rumah sakit untuk CAP di Vietnam adalah sekitar 8,1 per 10000 orang dewasa.[14]

Indonesia

Menurut data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi pneumonia komunitas di Indonesia sekitar 2%. Angka ini diambil berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan.[1,14]

Pada pasien anak, angka kejadian pneumonia komunitas dari tahun 2015-2018 pada anak-anak di bawah usia 5 tahun sekitar 500.000 kasus per tahun dengan 425 pasien meninggal.[1]

Mortalitas

Di seluruh dunia, mortalitas akibat pneumonia berada pada urutan ke-8 dan merupakan penyebab infeksi dengan angka mortalitas tertinggi. Pada pasien pneumonia berat dan sepsis yang dirawat di ruang rawat intensif, angka mortalitasnya mencapai 23%.[3,6]

Pneumonia juga merupakan salah satu penyebab mortalitas utama pada anak di bawah usia 5 tahun. Di seluruh dunia, diperkirakan 1 dari 5 kematian anak disebabkan oleh pneumonia. Angka mortalitas pneumonia komunitas di Amerika serikat, Eropa dan Amerika latin masing-masing mencapai 7,3%, 9,1%, dan 13,3%.[3,6,8]

Di Indonesia, sebanyak 1,19% kematian disebabkan oleh pneumonia. Di Indonesia, pneumonia termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit dengan crude fatality rate (CFR) sebanyak 7,6%. Menurut profil kesehatan Indonesia, pneumonia menyebabkan 15% kematian balita, yaitu sekitar 922.000 balita per tahun.[1]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Gold SP Tampubolon

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. PDPI. Press Release “Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia Di Tiongkok. 2020. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/Press_Release_Outbreak_pneumonia_Pneumonia_Wuhan-17_Jan_2020.pdf
3. Regunath H. Community-Acquired Pneumonia. StatPearls. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430749/
6. Alzomor, O. et al. Management of community-acquired pneumonia in infants and children: Clinical practice guidelines endorsed by the Saudi Pediatric Infectious Diseases Society. Int J Pediatr Adolesc Med. 2017 Dec; 4(4): 153–158. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6372484
8. Jain V. Pneumonia Pathology. StatPearls. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526116/
14. Sharma R, et al. Community-Acquired Bacterial Pneumonia—Changing Epidemiology, Resistance Patterns, and Newer Antibiotics: Spotlight on Delafloxacin. Clin Drug Investig. 2020; 40(10): 947–960

Etiologi Pneumonia Komunitas
Diagnosis Pneumonia Komunitas

Artikel Terkait

  • Melakukan De-eskalasi Antibiotik di Rumah Sakit
    Melakukan De-eskalasi Antibiotik di Rumah Sakit
  • Penggunaan Pedoman WHO 2013 untuk Pneumonia pada Anak
    Penggunaan Pedoman WHO 2013 untuk Pneumonia pada Anak
  • Red Flags Pilek pada Bayi dan Anak
    Red Flags Pilek pada Bayi dan Anak
  • Red Flags Batuk pada Bayi dan Anak
    Red Flags Batuk pada Bayi dan Anak
  • Pedoman Penanganan Pneumonia dan Diare pada Anak – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Penanganan Pneumonia dan Diare pada Anak – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 25 November 2025, 09:38
Sesak napas pada anak usia 8 bulan dengan riwayat bronkopneumonia
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter, Assalamualaikum.. sy memiliki pasien anak usia 8 bulan BB 7 kg. keluhan sesak disertai demam . Keluhan tanpa disertai batuk flu. Pasien punya...
Anonymous
Dibalas 25 September 2025, 18:32
Tbc reinfeksi atau bronchopneumonia? Bagaimana melakukan diagnosisnya?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin diskusi dok. Pasien anak 3 tahun datang dgn keluhan demam 4 mgg,batuk4 mgg, bb turun tidak ada kontak tbc skrg, kgb tdk membesar, rontgen...
dr.Meidina
Dibalas 01 Juli 2025, 22:25
Diagnosis sesak yang tepat? - ALOPALOOZA Paru-paru
Oleh: dr.Meidina
1 Balasan
Pasien laki-laki usia 62th datang ke IGD dengan keluhan utama sesak napas meningkat sejak 2 hari yll, sesak hilang timbul, sesak tidak menciut, meningkat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.