Pendahuluan Pemasangan Orogastric Tube
Orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik adalah selang kecil yang dipasang melalui mulut, melewati faring dan esofagus, dengan ujungnya berada di lambung, sehingga berbeda dengan selang nasogastrik yang masuk melalui hidung. Walau begitu, baik selang nasogastrik (NGT) atau orogastrik (OGT) bisa digunakan untuk pemberian nutrisi, pemberian obat, rehidrasi cairan, atau pengeluaran isi lambung.[1]
Pemasangan OGT termasuk prosedur khusus yang tidak rutin dilakukan di bangsal dan umumnya dikerjakan di unit perawatan kritis seperti IGD, ICU, dan HDU. Prosedur ini sering kali membutuhkan laringoskop dan biasanya dilakukan pada pasien dengan tingkat kesadaran menurun, pasien yang menjalani ventilasi mekanik, atau ketika jalur nasofaring tidak dapat digunakan.[2,3]
Secara anatomis, panjang faring dari dasar tengkorak hingga awal esofagus pada dewasa adalah 12–14 cm, sedangkan total panjang esofagus dari sfingter esofagus atas hingga lambung adalah 25 cm. Lambung memiliki panjang sekitar 25 cm meskipun bersifat distensibel. Dengan demikian, pada pasien dewasa, panjang selang yang perlu dimasukkan hingga mencapai pertengahan lambung adalah sekitar 55 cm.[1]
Indikasi pemasangan OGT antara lain untuk dekompresi lambung preoperatif guna mengurangi risiko aspirasi, memfasilitasi prosedur laparoskopi, serta pada pasien dengan cedera kepala atau trauma hidung yang menghalangi pemasangan selang melalui hidung. Pemasangan OGT juga diindikasikan ketika jalur nasofaring dikontraindikasikan, seperti pada pasien dengan fraktur basis kranii, fraktur hidung, atresia koana, atau setelah laringektomi.[1-3]
Pemasangan OGT merupakan prosedur invasif yang berisiko mengalami komplikasi. Pemasangan selang yang salah, misalnya masuk ke trakea atau bronkus, dapat menyebabkan cedera serius seperti aspirasi, pneumotoraks, perdarahan, hingga kematian.[1,2]
