Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Komplikasi Pemasangan Orogastric Tube annisa-meidina 2026-05-20T11:52:52+07:00 2026-05-20T11:52:52+07:00
Pemasangan Orogastric Tube
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Komplikasi Pemasangan Orogastric Tube

Oleh :
dr. William Sumoro
Share To Social Media:

Komplikasi pemasangan orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik mencakup malposisi selang, perdarahan, trauma pada regio oral, dan perforasi esofagus atau faring.[1,2,4]

Malposisi Selang

Pemasangan selang yang salah merupakan komplikasi paling serius. Selang dapat masuk ke trakea atau bronkus, menyebabkan obstruksi jalan napas, hipoksia, pneumotoraks, atau kematian. Malposisi juga dapat berupa selang yang melingkar di faring posterior atau masuk ke esofagus tetapi tidak mencapai lambung.[1,2,4]

Perforasi Esofagus atau Faring

Perforasi esofagus atau faring merupakan komplikasi langka namun fatal, terutama pada pasien dengan striktur esofagus, riwayat ingesti kaustik, varises esofagus, atau tumor esofagus. Perforasi dapat menyebabkan mediastinitis, sepsis, dan kematian.[1,2,4]

Perdarahan

Trauma pada mukosa faring, esofagus, atau lambung dapat menyebabkan perdarahan ringan hingga berat. Pada pasien dengan koagulopati, trombositopenia, atau terapi antikoagulan, risiko perdarahan lebih tinggi. Perdarahan masif jarang terjadi tetapi dapat mengancam nyawa.[1,2,4]

Trauma

Pemasangan OGT melalui rongga mulut dapat menyebabkan laserasi lidah, palatum, atau gusi, serta fraktur atau avulsi gigi, terutama pada pasien yang kejang, gelisah, atau tidak kooperatif.[1,2,4]

Pencabutan Selang Orogastrik

Selang dapat tertarik keluar secara tidak sengaja, misalnya pada pasien gelisah atau saat perawatan. Hal ini memerlukan pemasangan ulang dengan konfirmasi posisi kembali.[1,2,4]

Obstruksi Selang

Selang dapat tersumbat oleh bekuan darah, residu obat, atau sekret kental. Obstruksi lebih sering terjadi pada selang berdiameter kecil. [1,2,4]

Komplikasi Infeksi

Komplikasi infeksi ini meliputi:

  • Pneumonia aspirasi: Aspirasi isi lambung atau sekret orofaring dapat terjadi jika selang tidak berada di lambung, atau jika terjadi regurgitasi. Risiko lebih tinggi pada pasien dengan penurunan kesadaran, refleks muntah atau batuk yang buruk, serta posisi telentang.

  • Infeksi lokal: Iritasi kronis pada sudut mulut dan mukosa orofaring dapat menyebabkan selulitis, kandidiasis oral, atau ulserasi.
  • Sinusitis: Meskipun lebih sering terkait NGT, pada pasien dengan OGT yang terpasang lama dan disertai faktor risiko (misalnya intubasi nasotrakeal) dapat terjadi sinusitis nosokomial.[1,2,4]

Komplikasi Spesifik pada Pasien dengan Keadaan Khusus

Pemasangan OGT pada pasien dengan varises esofagus aktif atau yang baru dilakukan ligasi banding berisiko tinggi menyebabkan perdarahan varises masif. Pemasangan hanya boleh dilakukan setelah evaluasi ketat oleh dokter spesialis.

Pada pasien dengan koagulopati, risiko perdarahan mukosa meningkat. Pemeriksaan INR dan APTT direkomendasikan sebelum prosedur.

Pada pasien dengan trauma fasial atau fraktur basis kranii, pemasangan NGT dikontraindikasikan, tetapi OGT dapat dipasang dengan hati-hati. Namun, risiko trauma jaringan lunak dan perdarahan tetap ada

Pada pasien dengan stenosis atau striktur esofagus, risiko perforasi esofagus sangat tinggi. Pemasangan OGT sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan panduan endoskopi/fluoroskopi.[1,2,4]

Komplikasi Lain

Pemasangan selang dapat merangsang refleks vagal, menyebabkan bradikardia, hipotensi, atau bahkan henti jantung, terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau saat laringoskopi

Laringospasme dapat terjadi, terutama pada pasien sadar atau sedasi ringan. Pemasangan OGT dapat memicu spasme pita suara yang mengancam jalan napas.

Pada pasien dengan cedera kepala, manipulasi selang dapat menyebabkan batuk atau muntah yang meningkatkan tekanan intrakranial.[1,4]

Referensi

1. N. Gupta, R. S. Ubaradka, A. Gupta, and D. K. Tripathy, Techniques in Anesthesia , Intensive Care and Emergency Medicine. Singapore: Springer Nature Singapore Pte Ltd, 2024. doi: https://doi.org/10.1007/978-981-96-1202-4.
2. Ministry of Health, Public Health System, Government Medical Officers, NSW Ambulance Service. Insertion and Management of Nasogastric and Orogastric Tubes in Adults. 2023. https://www1.health.nsw.gov.au/pds/ActivePDSDocuments/GL2023_001.pdf
4. R. A. Hodin and L. Bordeianou. Inpatient placement and management of nasogastric and nasoenteric tubes in adults. 2026. https://www.uptodate.com/contents/inpatient-placement-and-management-of-nasogastric-and-nasoenteric-tubes-in-adults

Teknik Pemasangan Orogastric Tube
Edukasi Pasien Pemasangan Orogas...

Artikel Terkait

  • Bilas Lambung untuk Kasus Keracunan
    Bilas Lambung untuk Kasus Keracunan
  • Mencegah Gangguan Kognitif pada Anak Malnutrisi dengan Formula Padat Nutrisi
    Mencegah Gangguan Kognitif pada Anak Malnutrisi dengan Formula Padat Nutrisi
  • Mengejar Ketertinggalan Tumbuh Kembang Bayi dengan Formula Tinggi Kalori
    Mengejar Ketertinggalan Tumbuh Kembang Bayi dengan Formula Tinggi Kalori
  • Memantau Faltering Growth
    Memantau Faltering Growth
  • Dampak Malnutrisi pada Ibu dan Janin
    Dampak Malnutrisi pada Ibu dan Janin

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 19 Juni 2025, 17:11
Pasien anak tidak sengaja minum tinner
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, saya mau bertanya jika ada pasien anak tidak sengaja keminum tinner kurang dari 1 jam yg lalu. Pasiennya anak kebetulan speech delay dan adhd,...
Anonymous
Dibalas 28 Januari 2025, 00:49
Intervensi gizi pada balita usia 1 tahun dengan berat badan hanya 4 kg
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Ijin konsul dan mohon sharingnya.Ada pasien sy. Balita kembar 3. Riwayat lahir cukup bulan.Saat ini usianya 1 tahun, BB ketiganya hanya...
Anonymous
Dibalas 15 Januari 2024, 09:19
Pemasangan NGT pada pasien desaturasi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Izin bertanya dok, bagaimana pertimbangan pemasangan NGT pada pasien desaturasi (SpO 70% room air) disertai penkes? apakah memang boleh dilakukan atau...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.