Komplikasi Pemasangan Orogastric Tube
Komplikasi pemasangan orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik mencakup malposisi selang, perdarahan, trauma pada regio oral, dan perforasi esofagus atau faring.[1,2,4]
Malposisi Selang
Pemasangan selang yang salah merupakan komplikasi paling serius. Selang dapat masuk ke trakea atau bronkus, menyebabkan obstruksi jalan napas, hipoksia, pneumotoraks, atau kematian. Malposisi juga dapat berupa selang yang melingkar di faring posterior atau masuk ke esofagus tetapi tidak mencapai lambung.[1,2,4]
Perforasi Esofagus atau Faring
Perforasi esofagus atau faring merupakan komplikasi langka namun fatal, terutama pada pasien dengan striktur esofagus, riwayat ingesti kaustik, varises esofagus, atau tumor esofagus. Perforasi dapat menyebabkan mediastinitis, sepsis, dan kematian.[1,2,4]
Perdarahan
Trauma pada mukosa faring, esofagus, atau lambung dapat menyebabkan perdarahan ringan hingga berat. Pada pasien dengan koagulopati, trombositopenia, atau terapi antikoagulan, risiko perdarahan lebih tinggi. Perdarahan masif jarang terjadi tetapi dapat mengancam nyawa.[1,2,4]
Trauma
Pemasangan OGT melalui rongga mulut dapat menyebabkan laserasi lidah, palatum, atau gusi, serta fraktur atau avulsi gigi, terutama pada pasien yang kejang, gelisah, atau tidak kooperatif.[1,2,4]
Pencabutan Selang Orogastrik
Selang dapat tertarik keluar secara tidak sengaja, misalnya pada pasien gelisah atau saat perawatan. Hal ini memerlukan pemasangan ulang dengan konfirmasi posisi kembali.[1,2,4]
Obstruksi Selang
Selang dapat tersumbat oleh bekuan darah, residu obat, atau sekret kental. Obstruksi lebih sering terjadi pada selang berdiameter kecil. [1,2,4]
Komplikasi Infeksi
Komplikasi infeksi ini meliputi:
Pneumonia aspirasi: Aspirasi isi lambung atau sekret orofaring dapat terjadi jika selang tidak berada di lambung, atau jika terjadi regurgitasi. Risiko lebih tinggi pada pasien dengan penurunan kesadaran, refleks muntah atau batuk yang buruk, serta posisi telentang.
- Infeksi lokal: Iritasi kronis pada sudut mulut dan mukosa orofaring dapat menyebabkan selulitis, kandidiasis oral, atau ulserasi.
Sinusitis: Meskipun lebih sering terkait NGT, pada pasien dengan OGT yang terpasang lama dan disertai faktor risiko (misalnya intubasi nasotrakeal) dapat terjadi sinusitis nosokomial.[1,2,4]
Komplikasi Spesifik pada Pasien dengan Keadaan Khusus
Pemasangan OGT pada pasien dengan varises esofagus aktif atau yang baru dilakukan ligasi banding berisiko tinggi menyebabkan perdarahan varises masif. Pemasangan hanya boleh dilakukan setelah evaluasi ketat oleh dokter spesialis.
Pada pasien dengan koagulopati, risiko perdarahan mukosa meningkat. Pemeriksaan INR dan APTT direkomendasikan sebelum prosedur.
Pada pasien dengan trauma fasial atau fraktur basis kranii, pemasangan NGT dikontraindikasikan, tetapi OGT dapat dipasang dengan hati-hati. Namun, risiko trauma jaringan lunak dan perdarahan tetap ada
Pada pasien dengan stenosis atau striktur esofagus, risiko perforasi esofagus sangat tinggi. Pemasangan OGT sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan panduan endoskopi/fluoroskopi.[1,2,4]
Komplikasi Lain
Pemasangan selang dapat merangsang refleks vagal, menyebabkan bradikardia, hipotensi, atau bahkan henti jantung, terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau saat laringoskopi
Laringospasme dapat terjadi, terutama pada pasien sadar atau sedasi ringan. Pemasangan OGT dapat memicu spasme pita suara yang mengancam jalan napas.
Pada pasien dengan cedera kepala, manipulasi selang dapat menyebabkan batuk atau muntah yang meningkatkan tekanan intrakranial.[1,4]