Teknik Pemasangan Orogastric Tube
Teknik pemasangan orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik melibatkan memasukkan selang kecil melalui mulut, hingga melewati esofagus, dan akhirnya ujung selang berada di lambung. Tindakan ini umumnya dilakukan pada kondisi-kondisi di mana pemasangan nasogastric tube (NGT) tidak memungkinkan, seperti pada kasus fraktur hidung.[2,4]
Persiapan Pasien
Sebelum tindakan, pasien atau keluarganya harus diberikan penjelasan mengenai tujuan prosedur, risiko yang mungkin terjadi (seperti trauma mukosa, perforasi, atau aspirasi), serta alternatif tindakan. Informed consent secara tertulis harus didokumentasikan dalam rekam medis.[1,2,4]
Pada pasien yang tidak sadar atau tidak mampu mengambil keputusan, persetujuan dapat diperoleh dari keluarga atau wali yang sah.[1]
Tidak diperlukan persiapan khusus seperti puasa atau pemberian obat premedikasi sebelum pemasangan OGT, kecuali pada kondisi tertentu yang memerlukan stabilisasi hemodinamik atau jalan napas.[2]
Peralatan
Peralatan yang diperlukan untuk pemasangan OGT meliputi:
- Selang orogastrik ukuran yang sesuai: Umumnya 12–18 Fr untuk dekompresi, atau 5–8 Fr untuk pemberian nutrisi jangka pendek
Laringoskop dengan bilah yang sesuai (jika diperlukan)
- Magill forceps
Syringe kateter 30–60 mL (bukan Luer lock)
- Gel pelumas larut air atau lidocaine 2%
pH indicator strip (rentang 0–6, jangan gunakan kertas lakmus)
- Alat hisap (suction) yang berfungsi baik
- Stethoscope
- Plester hipoalergenik atau alat fiksasi lain
- Sarung tangan dan alat pelindung diri (APD) yang sesuai
Kidney dish, handuk, dan tisu
- Sumber oksigen dan alat resusitasi darurat.[1,2,4,8]
Jenis selang orogastrik yang umum digunakan antara lain:
Levine tube: selang berlumen tunggal, cocok untuk pemberian obat atau nutrisi.
Salem sump tube: selang berlumen ganda; lumen besar untuk suction, irigasi, atau pemberian obat; lumen kecil sebagai ventilasi udara untuk mencegah mukosa lambung tersedot ke lubang hisap.
Moss tube: selang berlumen tiga; digunakan untuk okulasi kardia, aspirasi esofagus, dan pemberian nutrisi duodenal.[2]
Untuk keperluan dekompresi jangka pendek, selang PVC atau poliuretan kadar rendah dapat digunakan hingga 7–10 hari. Untuk nutrisi jangka panjang, selang poliuretan dengan guidewire dapat digunakan hingga 6–8 minggu.[1]
Posisi Pasien
Posisi pasien bergantung pada tingkat kesadaran dan kondisi klinis:
- Pasien sadar: Posisikan semi-tegak (semi-upright) dengan kepala ditopang bantal, kepala tidak terlalu ekstensi atau fleksi.[4]
- Pasien tidak sadar atau terintubasi: Posisi telentang (supinasi) dengan kepala sedikit difleksikan atau diputar ke salah satu sisi untuk memudahkan jalan masuk selang. Elevasi kepala tempat tidur 30–45° dianjurkan setelah selang terpasang untuk mengurangi risiko aspirasi.[1,2,4]
Prosedur Pemasangan Orogastric Tube
Prosedur pemasangan OGT berbeda antara pasien sadar dan pasien yang teranestesi/terintubasi.
Pasien Sadar
Pemasangan OGT pada pasien sadar jarang dilakukan karena dapat memicu refleks muntah yang kuat. Jika OGT harus dipasang, cara melakukannya antara lain:
- Cuci tangan, kenakan sarung tangan dan APD. Siapkan peralatan di area bersih.
- Beri penjelasan ulang kepada pasien dan beri isyarat bahwa pasien dapat menghentikan prosedur jika tidak nyaman.
- Posisikan pasien semi-tegak, kepala tidak ekstensi.
- Ukur panjang selang yang akan dimasukkan: dari sudut mulut ke daun telinga, kemudian ke xiphisternum. Tandai titik tersebut pada selang.
- Lumasi ujung distal selang (sekitar 7,5–10 cm) dengan gel larut air.
- Minta pasien membuka mulut. Arahkan selang ke belakang lidah, kemudian ke bawah melalui orofaring.
- Minta pasien menelan (dapat dibantu dengan seteguk air melalui sedotan) sambil selang dimajukan perlahan hingga mencapai tanda yang telah ditentukan.
- Jika pasien batuk, tersedak, atau muntah, hentikan kemajuan selang, tarik sedikit, dan minta pasien rileks serta bernapas dalam sebelum melanjutkan.
- Jika terjadi resistensi, jangan paksakan. Tarik selang 1–2 cm, ubah arah, dan coba lagi.
- Setelah selang mencapai kedalaman yang diinginkan, konfirmasi posisi.
- Fiksasi selang dengan plester hipoalergenik di pipi atau sekitar mulut, pastikan tidak menekan sudut mulut.[1,4,8]
Pasien Anestesi, Tidak Sadar, atau Terintubasi
Pasien yang dalam anestesi, tidak sadar, atau terintubasi adalah kondisi paling umum untuk pemasangan OGT. Prosedur dapat dilakukan dengan beberapa teknik.
Teknik dengan Laringoskop dan Magill Forceps (Direk):
Langkah-langkah cara melakukan pemasangan OGT dengan laringoskop atau Magill Forceps yaitu:
- Pastikan pasien telah diintubasi dan teranestesi dengan baik, serta relaksasi otot adekuat.
- Gunakan laringoskopi untuk melihat epiglotis dan esofagus.
- Masukkan selang OGT yang telah dilumasi ke dalam rongga mulut, arahkan ke posterior.
- Dengan menggunakan magill forceps, jepit ujung selang dan arahkan selang masuk ke dalam esofagus.
- Majukan selang hingga tanda yang telah diukur (biasanya 30–40 cm pada dewasa) berada di gigi/gusi.
- Konfirmasi posisi selang sebelum digunakan.[1,2,4]
Teknik Blind (Tanpa Visualisasi):
Teknik blind atau tanpa visualisasi lebih jarang digunakan karena risiko masuk ke trakea. Namun, dapat dicoba jika laringoskop tidak tersedia. Langkah-langkah cara melakukan teknik ini yaitu:
- Posisikan kepala pasien dalam posisi netral atau sedikit fleksi.
- Masukkan selang OGT yang telah dilumasi ke dalam mulut, arahkan ke belakang faring.
- Jika terasa hambatan, lakukan manuver reverse Sellick (angkat kartilago krikoid ke anterior) untuk membuka pintu esofagus.
- Fleksikan leher atau putar kepala ke satu sisi untuk membantu selang melewati piriformis. Selang bisa didinginkan (disimpan di freezer sebentar) untuk mencegah melingkar.[1]
Teknik dengan Tube Guide atau Stylet (Alat Bantu):
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu pemandu (misalnya gastric tube insertion guide) dapat meningkatkan keberhasilan pemasangan OGT secara signifikan serta mempercepat waktu pemasangan, meskipun sedikit meningkatkan risiko perdarahan mukosa ringan.[6]
Teknik Digital:
Pada pasien terintubasi yang tidak memungkinkan pemasangan dengan laringoskop, operator dapat memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ke dalam orofaring, menekan lidah, lalu memandu selang yang dimasukkan melalui mulut ke dalam esofagus.[1]
Teknik dengan Gastric Tube Guide (GTG):
Gastric Tube Guide (GTG) adalah alat bantu sekali pakai berbahan PVC, panjang 33 cm, dengan diameter dalam 7,5 mm yang memungkinkan passage selang hingga ukuran 18 Fr. GTG memiliki bentuk prekurva yang mengikuti anatomi faring dan dilengkapi skala ukur.
Penelitian acak terkontrol oleh Kriege et al. pada tahun 2020 pada 151 pasien menunjukkan bahwa penggunaan GTG menghasilkan tingkat keberhasilan pada percobaan pertama yang jauh lebih tinggi (97%) dibandingkan teknik blind (76%, p<0,001), serta waktu pemasangan yang lebih singkat (median 25 detik vs 31 detik, p=0,027).[8]
Teknik Videolaringoskop:
Penggunaan videolaringoskop (seperti McGrath MAC) secara bersamaan dengan tube guide merupakan teknik untuk insersi orogastric tube pada pasien teranestesi dan terintubasi. Dalam studi observasional terhadap 100 pasien dewasa, metode ini mencapai tingkat keberhasilan 100% dengan insiden perdarahan orofaring hanya 5%, jauh lebih rendah dibandingkan metode insersi tube guide secara blind yang mencapai 37% pada penelitian sebelumnya.
Videolaringoskop memungkinkan visualisasi langsung pintu esofagus sehingga tube guide dan selang orogastrik dapat dimasukkan dengan tepat tanpa trauma berlebihan, serta mencegah malposisi ke trakea. Meskipun perdarahan ringan masih dapat terjadi pada sebagian kecil pasien, tidak ada yang memerlukan tindakan tambahan.[9]
Catatan Khusus Pemasangan OGT pada Neonatus
Pada neonatus preterm, pemasangan OGT bersifat menyakitkan dan dapat memicu respons nyeri yang signifikan. Penelitian oleh Pandey et al. menunjukkan bahwa pemberian sukrosa oral 24% sebanyak 1 mL, dua menit sebelum prosedur, dapat mengurangi skor nyeri pada 30 detik pasca prosedur secara bermakna (p=0,014). Sukrosa aman dan direkomendasikan sebagai analgesik non-farmakologis pada populasi ini, terutama pada neonatus dengan usia gestasi >32 minggu.[10]
Konfirmasi Posisi Selang
Sebelum selang digunakan untuk pemberian nutrisi, obat, atau suction, posisi selang harus dikonfirmasi. Metode yang direkomendasikan:
- Aspirasi isi lambung: Gunakan spuit 30–60 mL, lakukan aspirasi perlahan. Adanya cairan lambung (kehijauan, keruh, atau kecoklatan) mengindikasikan posisi di lambung. Pada pasien anak, aspirasi 2,5 mL cairan lambung dianjurkan untuk pengujian pH.
- Uji pH: pH cairan aspirat ≤5 menunjukkan posisi di lambung. pH >5 atau tidak teraspirasi memerlukan konfirmasi radiologi. Jangan gunakan auskultasi dengan injeksi udara karena tidak reliabel.
- Radiografi: Rontgen toraks atau rontgen abdomen adalah baku emas. Ujung selang harus terlihat di bawah diafragma dan berada di dalam lambung. Rontgen toraks wajib dilakukan jika ada kesulitan pemasangan, pasien berisiko tinggi (trauma wajah, cedera saraf, refleks muntah menurun), atau pH tidak meyakinkan. Pada pasien anak, radiografi diindikasikan jika pH tidak dapat diperoleh atau pH >5, serta pada setiap pasien dengan risiko tinggi malposisi.[1,2,4,8]
Metode lain seperti kapnografi (untuk mendeteksi masuknya selang ke trakea) dan ultrasonografi dapat digunakan sebagai alat bantu, tetapi tidak menggantikan radiografi untuk konfirmasi definitif.[1]
Follow up
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam follow up atau pemantauan setelah pemasangan OGT adalah perawatan dan pelepasan selang, risiko-risiko komplikasi yang dapat terjadi baik segera maupun dalam jangka waktu pemakaian.
Perawatan dan Pelepasan Selang
Setelah selang terpasang dan posisi dikonfirmasi, lakukan fiksasi yang aman. Pada pasien terintubasi, selang OGT biasanya difiksasi ke pipa endotrakeal dengan plester.[2]
Periksa secara berkala tanda-tanda pergeseran selang (perubahan panjang eksternal, selang terlepas dari fiksasi, atau pasien batuk/muntah). Sebelum setiap pemberian nutrisi atau obat, periksa ulang pH aspirat jika memungkinkan.[2]
Perawatan mulut dan oral hygiene perlu mendapat perhatian khusus pada pasien dengan OGT. Keberadaan selang di rongga mulut dapat menyebabkan:
- Pembentukan plak dan kalkulus yang lebih cepat
Mulut kering (xerostomia) karena berkurangnya stimulasi saliva
- Erosi enamel akibat refluks asam lambung
- Iritasi atau luka tekan pada sudut mulut dan lidah.[2,4]
Pelepasan selang dilakukan dengan:
- Menghentikan suction atau pemberian nutrisi.
- Melepas plester fiksasi (gunakan adhesive remover jika perlu).
- Menjepit selang untuk mencegah aliran balik lalu menariknya perlahan dan kontinu.
- Memeriksa keutuhan ujung selang setelah dilepas.[2,4]