Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi Pemasangan Orogastric Tube annisa-meidina 2026-05-20T11:49:21+07:00 2026-05-20T11:49:21+07:00
Pemasangan Orogastric Tube
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Kontraindikasi Pemasangan Orogastric Tube

Oleh :
dr. William Sumoro
Share To Social Media:

Kontraindikasi pemasangan orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik adalah adanya striktur atau varises esofagus, serta obstruksi atau perforasi esofagus. Selain itu, ada beberapa kontraindikasi relatif seperti cedera fasial ekstensif dan gangguan perdarahan atau koagulopati.[2,4]

Kontraindikasi Absolut

Kontraindikasi absolut pemasangan OGT meliputi:

  • Striktur esofagus: Pemasangan selang melalui esofagus pada pasien dengan striktur atau stenosis esofagus memiliki risiko tinggi terjadinya perforasi esofagus.[2,4]
  • Varises esofagus aktif: Pemasangan selang pada pasien dengan varises esofagus yang aktif berisiko memicu perdarahan masif yang dapat mengancam jiwa.[2,4]

  • Obstruksi esofagus atau faring: Adanya obstruksi total pada esofagus atau faring merupakan kontraindikasi absolut karena selang tidak dapat melewati area obstruksi dan berisiko menyebabkan perforasi.[4]
  • Perforasi esofagus yang diketahui atau dicurigai: Pasien dengan riwayat atau kecurigaan perforasi esofagus tidak boleh menjalani pemasangan OGT karena risiko memperburuk kondisi.[1]

Kontraindikasi Relatif

Adanya trauma fasial ekstensif, kecurigaan fraktur basis kranii, dan koagulopati merupakan beberapa kontraindikasi relatif dari pemasangan OGT.

Trauma Fasial Ekstensif

Pada kondisi pasien dengan trauma fasial berat, deformitas anatomi wajah, atau fraktur hidung, pemasangan OGT umumnya lebih dipilih dibandingkan selang nasogastrik (NGT). Meski demikian, pada kasus di mana terjadi trauma fasial ekstensif yang melibatkan rongga mulut dan orofaring, pemasangan OGT juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.[2,4]

Fraktur Basis Kranii

Pada pasien dengan fraktur basis kranii, pemasangan NGT dikontraindikasikan karena risiko selang masuk ke dalam rongga tengkorak. Meski OGT merupakan alternatif yang lebih aman, kondisi trauma kepala berat dengan fraktur basis kranii sering disertai dengan trauma fasial dan risiko cedera struktur lain yang tetap memerlukan kehati-hatian.[2,4]

Koagulopati

Pasien dengan koagulopati, trombositopenia berat, atau yang sedang menjalani terapi antikoagulan memiliki risiko perdarahan mukosa yang lebih tinggi selama prosedur pemasangan selang orogastrik. Pemeriksaan International Normalised Ratio (INR) dan activated partial thromboplastin time (APTT) perlu dilakukan sebelum prosedur.[2,4]

Riwayat Menelan Zat Kaustik

Pasien dengan riwayat menelan zat kaustik memiliki risiko tinggi terjadinya perforasi esofagus akibat kerusakan mukosa dan dinding esofagus yang rapuh.[2,4]

Kondisi Esofagus atau Kepala-Leher Lainnya

Pemasangan selang pada pasien pascaoperasi esofagus, lambung, atau kepala dan leher dapat menyebabkan trauma pada lokasi operasi dan berisiko terjadinya perforasi anastomosis. Selain itu, pasien dengan tumor orofaring atau esofagus memiliki risiko perforasi dan perdarahan yang lebih tinggi.[2,4]

Lebih lanjut, pemasangan selang pada pasien dengan fistula trakeoesofageal berisiko tinggi menyebabkan selang masuk ke dalam trakea.[2,4]

Pada pasien pasca laringektomi, anatomi saluran napas dan saluran cerna bagian atas mengalami perubahan signifikan sehingga pemasangan selang harus dilakukan dengan sangat hati-hati.[4]

Pemasangan selang pada pasien yang baru menjalani pembedahan atau radiasi kepala dan leher dapat menyebabkan trauma pada jaringan yang rapuh dan meningkatkan risiko perforasi.[4]

Referensi

1. N. Gupta, R. S. Ubaradka, A. Gupta, and D. K. Tripathy, Techniques in Anesthesia , Intensive Care and Emergency Medicine. Singapore: Springer Nature Singapore Pte Ltd, 2024. doi: https://doi.org/10.1007/978-981-96-1202-4.
2. Ministry of Health, Public Health System, Government Medical Officers, NSW Ambulance Service. Insertion and Management of Nasogastric and Orogastric Tubes in Adults. 2023. https://www1.health.nsw.gov.au/pds/ActivePDSDocuments/GL2023_001.pdf
4. R. A. Hodin and L. Bordeianou. Inpatient placement and management of nasogastric and nasoenteric tubes in adults. 2026. https://www.uptodate.com/contents/inpatient-placement-and-management-of-nasogastric-and-nasoenteric-tubes-in-adults

Indikasi Pemasangan Orogastric Tube
Teknik Pemasangan Orogastric Tube

Artikel Terkait

  • Bilas Lambung untuk Kasus Keracunan
    Bilas Lambung untuk Kasus Keracunan
  • Mencegah Gangguan Kognitif pada Anak Malnutrisi dengan Formula Padat Nutrisi
    Mencegah Gangguan Kognitif pada Anak Malnutrisi dengan Formula Padat Nutrisi
  • Mengejar Ketertinggalan Tumbuh Kembang Bayi dengan Formula Tinggi Kalori
    Mengejar Ketertinggalan Tumbuh Kembang Bayi dengan Formula Tinggi Kalori
  • Memantau Faltering Growth
    Memantau Faltering Growth
  • Dampak Malnutrisi pada Ibu dan Janin
    Dampak Malnutrisi pada Ibu dan Janin

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 19 Juni 2025, 17:11
Pasien anak tidak sengaja minum tinner
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, saya mau bertanya jika ada pasien anak tidak sengaja keminum tinner kurang dari 1 jam yg lalu. Pasiennya anak kebetulan speech delay dan adhd,...
Anonymous
Dibalas 28 Januari 2025, 00:49
Intervensi gizi pada balita usia 1 tahun dengan berat badan hanya 4 kg
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Ijin konsul dan mohon sharingnya.Ada pasien sy. Balita kembar 3. Riwayat lahir cukup bulan.Saat ini usianya 1 tahun, BB ketiganya hanya...
Anonymous
Dibalas 15 Januari 2024, 09:19
Pemasangan NGT pada pasien desaturasi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Izin bertanya dok, bagaimana pertimbangan pemasangan NGT pada pasien desaturasi (SpO 70% room air) disertai penkes? apakah memang boleh dilakukan atau...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.