Pedoman Klinis Pemasangan Orogastric Tube
Pedoman klinis pemasangan orogastric tube (OGT) atau selang orogastrik diawali dengan penilaian klinis yang komprehensif, termasuk indikasi dilakukannya tindakan serta identifikasi kontraindikasi. Tenaga medis wajib menjelaskan prosedur dan memperoleh informed consent.
Persiapan meliputi pemilihan ukuran selang yang sesuai (umumnya 14–18 Fr pada dewasa), penggunaan alat pelindung diri, serta penempatan pasien pada posisi terbaik untuk menurunkan risiko aspirasi. Panjang selang diukur dari sudut mulut ke daun telinga lalu ke prosesus xifoideus sebagai estimasi panjang yang akan dimasukkan.
Selama prosedur, pelumasan selang dengan gel dilakukan untuk meminimalkan trauma mukosa. Selang dimasukkan perlahan melalui rongga mulut menuju orofaring sambil memonitor respons pasien. Pada pasien sadar, dianjurkan untuk menelan atau diberikan sedikit air untuk membantu masuknya selang ke esofagus. Penting untuk menghindari pemasukan paksa dan segera menghentikan prosedur bila terjadi tanda-tanda masuk ke jalan napas seperti batuk hebat, dispnea, atau penurunan saturasi oksigen.
Sebelum OGT digunakan, pastikan posisi ujung selang. Metode paling akurat adalah pemeriksaan radiologis seperti rontgen toraks atau abdomen. Metode tambahan seperti aspirasi isi lambung dengan pengukuran pH dapat digunakan sebagai penunjang, namun tidak menggantikan konfirmasi radiologis pada kondisi berisiko tinggi.
Fiksasi selang dilakukan dengan plester yang adekuat untuk mencegah dislokasi, dan posisi selang harus didokumentasikan dengan jelas, termasuk panjang yang tampak di luar. Setelah pemasangan, perawatan meliputi pemantauan fungsi selang, kebersihan rongga mulut, serta evaluasi tanda komplikasi seperti aspirasi, iritasi mukosa, perdarahan, atau infeksi. Evaluasi posisi selang perlu dilakukan secara berkala, terutama jika terjadi perubahan klinis.[1-4,8]